BREAKING NEWS
 

Aminudin Aziz: Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 4 Februari 2025 16:24 WIB
Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktivitas membaca adalah pijakan dasar bagi individu untuk mengembangkan minat dan bahkan dapat menjadi penulis. Namun, prosesnya tidak dapat dibiarkan begitu saja, melainkan harus diajarkan dan diarahkan.

Demikian disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E Aminudin Aziz saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2025,, di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Setelah resmi dilantik pada 7 Januari 2025, Amin menghadirkan semboyan baru Perpusnas yaitu “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”. Melalui semboyan ini, dia mengajak peserta Rakornas untuk membuat definisi baru tentang perpustakaan.

“Perpustakaan memiliki fungsi yang sangat substansial, fundamental, dan instrumental di dalam pengembangan kecakapan literasi untuk peradaban bangsa. Bapak dan Ibu ditugasi untuk membawa misi pemartabatan bangsa," jelasnya. 

Mantan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ini menekankan, tugas yang dikerjakan di perpustakaan tidak sama dengan membangun infrastuktur umum, yang hasilnya dapat terlihat dalam waktu singkat.

"Kecakapan literasi akan kelihatan setelah sekian lama, mungkin setelah lima tahun, sepuluh tahun, atau setelah satu generasi. Karena apa? Fondasi untuk literasi dibangun dalam waktu yang tidak sebentar," tambahnya.

Baca juga : Diundang Paus Fransiskus, Puan Akan Hadiri KTT Pemimpin Dunia Tentang Anak

Pada periode 2025-2029, Perpusnas mengusung tiga program prioritas yakni penguatan budaya membaca dan peningkatan kecakapan literasi, pengarus-utamaan Naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.

"Ketiga program tersebut akan didukung oleh beberapa faktor antara lain infrastruktur yang memadai, kepemimpinan yang transformasional, program yang memberdayakan, dan kemitraan yang saling menghormati, prinsip kesetaraan, dan saling memberi keuntungan," urainya.

Sepanjang 2025, Perpusnas akan menata program dengan melakukan lima hal. Pertama, memadukan setiap program agar dapat diampu bersama, baik oleh internal Perpusnas, maupun lembaga mitra di pusat dan di daerah. Kedua, mengoptimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan naskah.

Ketiga, me-review kerangka pikir dan instrumen untuk Indeks Peningkatan Literasi Masyarakat, Tingkat Kegemaran Membaca, dan akreditasi perpustakaan. Keempat, menata ulang program dan pendanaan dekonsentrasi di provinsi serta perbantuan di kabupaten dan kota. Kelima, mengimplementasikan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025 dan alokasi Dana Alokasi Khusus Fisik.

Pada akhir sambutannya, dia berharap para peserta Rakornas Bidang Perpustakaan dapat memberikan kontribusi yang optimal. “Sehingga gerakan kita untuk membudayakan kebiadaan membaca di kalangan masyarakat dan meningkatkan kecakapan literasi demi martabat bangsa, betul-betul tercapai," ujarnya.

Adsense

Di acara yang sama, penulis Eka Kurniawan mengatakan, menjadi seorang penulis dapat diawali dengan membaca. Namun, kebiasaan membaca buku bukan hal yang muncul secara alamiah, melainkan harus dimulai sedari dini.

Baca juga : Kementerian Agama Dalam Pusaran Paradigma Baru Membangun Bangsa

“Baca itu harus diperkenalkan kepada anak-anak melalui orang tua, guru atau siapapun. Dibiasakan dan kemudian dilatih, dan baru dari sana muncul kebiasaan,” ungkap penulis "Cantik itu Luka" tersebut.

Dia lalu berkisah, banyak tokoh besar yang keinginan menulisnya muncul karena faktor kebetulan. Termasuk dirinya. Ketertarikan Eka untuk membaca buku muncul ketika menemukan taman bacaan pada masa kecil. Rasa penasaran muncul karena buku yang ada di taman bacaan itu sangat berbeda dengan buku yang ada di sekolah. Dari sinilah ketertarikannya terhadap membaca buku tumbuh, hingga menjadi seorang penulis.

Lulusan Fakultas Filsafat UGM ini berharap, faktor kebetulan itu dapat menjadi hal yang dipersiapkan untuk anak-anak Indonesia. Salah satunya dengan memberikan akses buku dan bahan bacaan yang mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak.

Dia menilai, anak membutuhkan dukungan dan fondasi kuat dalam menciptakan kebiasaan membaca dan budaya literasinya. Eka menilai, harus ada upaya untuk ‘mencegat’ anak-anak dengan lingkungan penuh buku dan membuat mereka tidak sengaja terpapar buku. 

“Yang menciptakan kebetulan-kebetulan itu memang harus kita. Mengepung anak-anak remaja dengan buku, mencegatnya, membuat mereka terpapar," imbuhnya.

Dia berpesan agar buku tidak hanya berguna bagi seorang penulis. Buku harus berguna untuk mereka yang punya rasa ingin tahu yang besar, namun tidak dapat melihat secara langsung.

Baca juga : Asdamindo Ajak Pemilik Depo Air Isi Ulang Tingkatkan Standar Higienitas & Sanitasi

“Buku menjadi salah satu cara yang paling mudah untuk membuat horizon kita semakin luas. Misalkan ketika tinggal di satu tempat yang terisolir, hanya perlu jembatan keluar lewat buku,” pungkasnya.

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2025 mengusung tema “Sinergi Membangun Budaya Baca dan Kecakapan Literasi untuk Negeri”. Dalam Rakornas ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dijadwalkan menjadi pembicara kunci pada Rabu (5/2/2025).

Selain itu, Rakornas menghadirkan para narasumber yang memiliki perhatian khusus kepada isu perpustakaan dan literasi. Seperti Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, pegiat literasi Maman Suherman, Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Munawar Holil, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul Kisworo, serta sesi kebijakan yang disampaikan pimpinan tinggi Perpusnas.

Rakornas Bidang Perpustakaan merupakan upaya untuk melaksanakan konsolidasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang terdapat dalam Rencana Strategis Perpusnas serta mendukung proses perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh jajaran pemangku kepentingan di bidang perpustakaan, dengan mekanisme bottom up dan topdown planning.

Rakornas Bidang Perpustakaan diselenggarakan dengan tujuan yakni merumuskan dan menyusun strategi yang terintegrasi di antara berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat) dalam meningkatkan literasi, meningkatkan koordinasi di antara berbagai lembaga, kementerian, dan organisasi yang terlibat dalam program literasi, serta memperkuat kemitraan di antara sektor publik, swasta, masyarakat sipil, dan komunitas lokal dalam membangun literasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense