BREAKING NEWS
 

Kasus Kanker RI Diprediksi Melonjak Hingga 70 Persen, Ini Strategi Kemenkes

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 6 Februari 2025 15:29 WIB
Indonesia mendeteksi sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah kasus kanker di Indonesia diprediksi melonjak hingga lebih dari 70 persen pada 2050, jika langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Saat ini, sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus.

Tanpa intervensi yang efektif, beban kanker akan semakin besar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Terkait hal ini, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kanker tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi yang kompleks.

"Biaya pengobatan yang tinggi, hilangnya produktivitas, serta dampak psikologis bagi pasien dan keluarga menjadi beban berat yang harus ditangani. Karena itu, deteksi dini menjadi strategi utama yang terus diperkuat," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan resmi Kemenkes, Kamis (6/2/2025).

Baca juga : Presiden: Jangan Ganggu Menkeu

Di Indonesia, deteksi dini kanker masih menjadi tantangan. Banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga tingkat keberhasilan pengobatan menurun dan biaya perawatan meningkat.

Padahal, 50 persen kasus kanker bisa dicegah dengan pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, tidak merokok, menghindari alkohol, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sebagai bagian dari strategi nasional, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker 2024-2034 untuk memperkuat skrining dan deteksi dini.

Adsense

RS Kanker Dharmais, sebagai pusat kanker nasional, mengembangkan layanan skrining berbasis risiko melalui inovasi I-Care (Indonesia Cancer Risk Examination). Teknologi yang memungkinkan masyarakat melakukan deteksi dini risiko kanker dengan pemeriksaan genetik menggunakan sampel darah ini dapat mendeteksi risiko kanker payudara, kolorektal, lambung, prostat, dan paru.

Baca juga : Sah, Alfeandra Dewangga Hingga 2027 Di PSIS Semarang

Selain itu, upaya deteksi dini kanker serviks juga semakin diperluas dengan skrining metode HPV DNA yang lebih sensitif dibandingkan metode konvensional.

Gratis di Jakarta 

Pemerintah Provinsi Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, menggelar skrining kanker serviks gratis selama bulan Februari di seluruh Puskesmas, bagi perempuan yang sudah menikah.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati mengatakan, seperti halnya kanker payudara, kanker serviks merupakan jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia. Karena itu, akses masyarakat terhadap layanan skrining harus diperluas, agar deteksi dini bisa dilakukan secara lebih masif.

"Pemerintah juga terus mendorong vaksinasi HPV bagi anak perempuan usia 11-12 tahun, untuk mencegah kanker serviks sejak dini. Program ini telah menjadi bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan terus diperluas cakupannya," papar Ani.

Baca juga : Soal Kasus Uang Palsu Makassar, Ini Kata BI

Selain pendekatan medis, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pengendalian kanker.

Stigma terhadap pasien kanker sering kali menjadi hambatan dalam deteksi dini dan pengobatan. Dukungan moral, empati, dan kepedulian dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan agar pasien dapat menjalani perawatan dengan lebih baik.

Peringatan Hari Kanker Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kanker bisa dicegah dan dideteksi lebih awal. Dengan skrining rutin, pola hidup sehat, serta kolaborasi semua pihak, angka kejadian dan kematian akibat kanker dapat ditekan.

“Jangan menunggu sakit untuk peduli terhadap kesehatan. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Mulailah dengan pola hidup sehat dan rutin lakukan pemeriksaan kesehatan,” pesan Ani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense