BREAKING NEWS
 

Ekspor Produk Halal Tembus Rp 1.079 T, Wamenperin: RI Siap Rebut Pasar Global

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 28 April 2025 18:19 WIB
Wamenperin Faisol Riza. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri halal Indonesia terus menunjukkan kinerja impresif di pasar global. Sepanjang Januari-Desember 2024, nilai ekspor produk halal nasional mencapai 64,11 miliar dolar AS atau Rp 1.079 triliun. 

Capaian ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,03 persen pada tahun lalu, dengan industri pengolahan berkontribusi sebesar 18,98 persen.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, ekspor produk halal menjadi kekuatan baru bagi perekonomian nasional. “Kami optimistis kontribusi industri halal akan menjadi pilar penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada tahun 2029,” ujar Wamenperin dalam sambutannya di acara Kick-off Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2025 di Jakarta, Senin (28/4/2025).

Baca juga : Transaksi Judol Tembus Rp1.200 Triliun, Sukamta: Bisa Ganggu Ekonomi Nasional

Menurutnya, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi halal global. Namun, Wamenperin menekankan bahwa Indonesia masih perlu memperkuat branding produk halal di pasar internasional.

Adsense

“Negara-negara lain sudah lebih dahulu membangun posisi kuat di pasar halal global. Thailand memosisikan diri sebagai dapur halal dunia, Korea Selatan menjadi destinasi wisata halal, dan Brazil sebagai pemasok unggas halal terbesar. Indonesia juga harus mengambil peran strategis melalui penguatan ekosistem industri halal nasional,” tegasnya.

Dalam laporan The State of the Global Islamic Economy Report 2023/2024, Indonesia naik satu peringkat ke posisi ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator, setelah Malaysia dan Arab Saudi. Meski demikian, Wamenperin mengakui bahwa sektor farmasi dan kosmetik halal nasional masih memerlukan perhatian lebih untuk bersaing secara global.

Baca juga : Cetak Rekor, Harga Emas Tembus Rp 2 Juta Per Gram

Untuk mempercepat penguatan industri halal, Kementerian Perindustrian telah mengambil sejumlah langkah strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur industri halal, fasilitasi sertifikasi halal, penguatan branding, peningkatan awareness, pemberian penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA), hingga perluasan akses pasar internasional.

Sebagai upaya memperluas pasar dan menarik investasi, Kementerian Perindustrian mendukung pelaksanaan Halal Indo 2025 yang akan digelar pada 25–28 September 2025 di ICE BSD City, Tangerang-Banten. Pameran ini akan melibatkan sektor makanan dan minuman, tekstil dan apparel, farmasi, kosmetik, edukasi, pariwisata ramah Muslim, serta berbagai sektor pendukung ekosistem halal.

Pada edisi tahun lalu, Halal Indo berhasil menarik lebih dari 12 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,3 miliar dan total komitmen Rp 6 miliar. Tahun ini, penyelenggara menargetkan pencapaian yang lebih besar seiring peningkatan ekspor produk halal.

Baca juga : Tembus Rp 7.002 T, Utang Luar Negeri Januari Tetap Terkendali

“Kick-off Halal Indo 2025 ini adalah momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun industri halal nasional yang berdaya saing tinggi di pasar global,” pungkas politisi PKB ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense