BREAKING NEWS
 

Kembali Bicara Monolog Di Medsos

Gibran Dorong Kemandirian Pangan

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Minggu, 11 Mei 2025 07:58 WIB
Gibran Rakabuming Raka. (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali bikin video monolog yang dibagikan di media sosial miliknya; YouTube dan Instagram. Kali ini, Gibran mendorong pentingnya kemandirian pangan.

Video monolog Gibran itu, diberi judul  'Hilirisasi Pertanian: Swasembada Pangan dan Petani Naik Kelas' di-upload pada Sabtu (10/5/2025). Meskipun baru sehari diposting, video berdurasi 5.46 detik itu telah ditonton lebih dari 15 ribu orang sampai Sabtu (10/5/2025) malam.

Tidak ada yang berbeda dengan format monolog kali ini. Gibran tetap duduk di depan kamera dengan latar belakang visual yang sederhana. Dengan mengenakan kemeja safari putih lengan pendek, Gibran membuka monolognya sembari diselingi cuplikan aktivitas pertanian, seperti petani membajak sawah, mengairi lahan, dan memanen hasil. Juga, terdapat beberapa kunjungan Gibran bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke kawasan Timur Indonesia.  

Dengan gaya khasnya yang datar, tenang dan berlogat Jawa, Gibran menjabarkan kondisi pangan Indonesia, serta tantangan global secara umum. Gibran memprediksi, jumlah penduduk dunia bakal mencapai 9,4 miliar jiwa pada 2045. Kondisi itu akan menyebabkan kebutuhan pangan meningkat signifikan. Sekarang kemampuan banyak negara untuk memproduksi dan mendistribusikan pangan justru semakin melemah.

Saat ini, dunia menghadapi sejumlah tantangan besar. Mulai dari geopolitik yang memanas hingga dampak perubahan iklim yang nyata, seperti kekeringan ekstrim dan banjir. "Semua ini mengacaukan rantai pasok pangan global," kata Gibran.  

Gibran menyebut, lebih dari 11 negara telah membatasi ekspor pangan untuk melindungi kepentingan domestiknya. Dia juga mengutip pidato Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya kemandirian pangan bagi sebuah negara, "Tidak ada satupun negara yang bisa berdiri tanpa pangan," katanya.

Lebih lanjut, Gibran menyampaikan bahwa masalah pangan adalah masalah kedaulatan bangsa. Jika sebuah negara ingin menjadi negara maju, sektor pangan harus diperhatikan secara serius.

Baca juga : Presiden KSPSI Andi Gani Dorong Kemandirian Buruh

Di sisi lain, Gibran menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian dengan 28 juta petani yang tersebar di berbagai sektor. Indonesia juga memiliki alam yang subur dan beragam komoditas unggulan seperti padi, sawit, kakao, kopi, jagung, tebu, dan buah-buahan tropis. Stok beras Indonesia, menurut Gibran, saat ini mencapai 3,1 juta ton.

“Capaian 3,1 juta ton adalah yang tertinggi dalam 23 tahun terakhir,” tuturnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menyoroti upaya Pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur pendukung ketahanan pangan. Sebanyak 53 bendungan baru telah dibangun, dengan 45 di antaranya dapat dimanfaatkan untuk irigasi pertanian. 

Selain itu, pembangunan dan perbaikan irigasi untuk mengairi 2 juta hektare (ha) lahan pertanian telah dialokasikan pada tahun ini. Indonesia tak dipungkiri memiliki potensi alam yang luar biasa. Infrastruktur. Begitu juga dengan jumlah sumber daya manusia (SDM) yang besar.

“Ini akan terus kami tingkatkan untuk mempermudah distribusi hasil bumi dari sawah ke pasar," ujarnya.

Putra sulung Presiden RI ke-7 Jokowi itu mengingatkan pentingnya pengembangan ekosistem pertanian, termasuk penerapan teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan efisiensi distribusi pangan. Hilirisasi pertanian menjadi salah satu fokusnya. Yakni, hasil pertanian dapat diolah untuk meningkatkan nilai tambah, seperti pengolahan tebu menjadi bioetanol dan bioavtur.

Adsense

Selain itu, ia menyebutkan pentingnya peran generasi muda dalam inovasi di sektor pertanian, yang dapat membawa terobosan baru dalam meningkatkan ketahanan pangan. Pemerintah pun terus berupaya mempermudah akses bagi petani, dengan memangkas 145 regulasi untuk mempermudah distribusi pupuk subsidi kepada 14,9 juta petani, serta memberantas mafia pangan.

Baca juga : Mulkan Daftar Ke PDIP, Ramadian Melalui Golkar

Gibran juga menyinggung Gerakan Indonesia Menanam yang baru-baru ini diluncurkan Presiden Prabowo. Menurutnya, itu merupakan langkah strategis untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan. 

“Pemerintah tidak akan bisa melakukan langkah besar ini sendirian, kita membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak," akunya.

Ayah dua anak ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong-royong mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan demi masa depan Indonesia yang lebih baik dan berdaulat. Kedaulatan pangan harus dilakukan bersama-sama.

“Kita ciptakan masa depan pangan yang kuat untuk Indonesia dari kita, oleh kita, untuk kita semua," tutupnya.

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi telur ayam pada 2024 mencapai 6,34 juta ton ton. Sementara dalam Proyeksi Neraca Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 22 April, produksi telur ayam tahun 2025 diestimasikan naik 2,78 persen menjadi 6,52 juta ton. Angka itu melebihi kebutuhan konsumsi nasional 6,22 juta ton.

Untuk produksi daging ayam ras di tahun 2024 menurut data BPS tercatat 3,83 juta ton. Sementara, estimasi produksi daging ayam ras 2025 menurut Proyeksi Neraca Pangan Bapanas, akan naik 10,95 persen menjadi 4,25 juta ton. Di atas kebutuhan konsumsi 3,87 juta ton.

Terpisah, anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menilai Indonesia memang harus melakukan program kemandirian dan kedaulatan pangan. Namun, sayangnya program ini melemah sejak Pemerintahan menekankan program ketahanan pangan. Sehingga, membuka ruang adanya impor pangan agar kebutuhan pangan Indonesia tercukupi. 

Baca juga : Temui Petani Kupang, Gibran Serahkan Bantuan Alsintan

"Komisi IV sedang membahas Rancangan Undang-Undang Pangan yang akan mengembalikan semangat kemandirian dan kedaulatan pangan sebagai hal yang utama," terang Daniel kepada Rakyat Merdeka, semalam. 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan. Dia menegaskan pihaknya terus mendukung upaya Pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di bidang pangan. 

"Baik itu dengan program eksitensifikasi dan intensifikasi pertanian. Semoga dengan upaya Pemerintah ini ke depan kita tidak lagi impor, terutama beras dan jagung," ujarnya. 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense