Sebelumnya
Terkait regulasi deforestasi yang selama ini jadi hambatan ekspor hasil hutan Indonesia, Komisioner Maros disebut telah menjanjikan perlakuan khusus yang akan memitigasi dampak kebijakan tersebut.
“Ini sangat penting bagi komoditas kehutanan kita, terutama untuk menjaga akses ekspor,” ucapnya.
Kepentingan strategis Indonesia dalam CEPA juga mencakup penghapusan hambatan non-tarif, kerangka kerja sama ekonomi, dan peningkatan kapasitas. Aspek keberlanjutan menjadi titik tekan baru yang masuk dalam agenda, sejalan dengan Paris Agreement. Dia pun mengapresiasi kesepakatan mengenai trade and sustainable growth.
Baca juga : SOKSI Siap Menangkan Golkar Di Pemilu 2029
“Ini memberikan keuntungan bagi pelaku usaha dan mendukung kebijakan ramah lingkungan di Eropa,” imbuh Airlangga.
Dia menekankan bahwa negosiasi memakan waktu panjang karena cakupan isu yang kompleks dan perlunya menyepakati posisi bersama dengan 27 negara anggota Uni Eropa. Materinya pun sangat komprehensif. “Tapi sekarang kita sudah masuk putaran akhir, semua isu sudah terselesaikan,” tegasnya.
Airlangga menjelaskan, proses selanjutnya adalah legal drafting yang diharapkan rampung dalam waktu dekat. Setelahnya, naskah CEPA akan diratifikasi oleh masing-masing parlemen, baik Indonesia maupun seluruh negara anggota Uni Eropa yang berjumlah 27.
Baca juga : Kencangkan Screening Dan Tingkatkan Testing Covid
“Skemanya sudah disepakati. Tidak ada ganjalan lagi,” ucapnya.
Selain membuka akses pasar, CEPA diharapkan menarik arus investasi baru dari Eropa ke Indonesia. Menurut dia, kesepakatan ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia telah setara dengan kebijakan negara-negara Eropa, terutama dalam isu keberlanjutan dan ketertelusuran (traceability) produk.
“Proyeksi ekspor Indonesia bisa naik lebih dari 50 persen dalam tiga sampai empat tahun setelah CEPA berlaku,” tuturnya.
Baca juga : Timwas Ingin Pendamping Haji Mampu Berbahasa Arab
Keuntungan strategis lain yang dicatat adalah posisi tawar Indonesia yang dianggap seimbang dengan Uni Eropa. Hal ini mencerminkan kemandirian diplomasi ekonomi Indonesia yang mampu meraih kesetaraan dalam perundingan dagang. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 8 Juni 2025 dengan judul "Pelaksanaan Job Fair Di Era Digital, Dievaluasi Agar Berbasis Teknologi, Said Iqbal: Job Fair Kini Sudah Ketinggalan Zaman"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.