RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memuji keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan negosiasi tarif impor dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Bahlil menilai, Prabowo memiliki kemampuan negosiasi tingkat tinggi, bahkan di atas rata-rata.
“Negosiasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo langsung dengan Presiden Trump menunjukkan kemampuan lobi dan komunikasi yang berada di atas rata-rata. Ini adalah capaian yang luar biasa,” ujar Ketua Umum Golkar itu, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Sebagai bagian dari proses negosiasi Prabowo–Trump, kata Bahlil, Indonesia menyepakati rencana impor tiga komoditas energi utama dari AS, yakni minyak mentah (crude oil), bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) senilai 10–15 miliar dolar AS. Impor akan dilakukan melalui PT Pertamina (Persero).
Baca juga : Proyek Laptop Diusut Kejaksaan Agung Dan KPK
“Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat cadangan energi nasional,” tambahnya.
Kementerian ESDM akan segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk membahas detail teknis dan regulasi yang dibutuhkan guna menindaklanjuti kesepakatan tersebut. “Setelah proses teknis rampung, kami akan sampaikan laporan lanjutan,” jelasnya.
Meski impor BBM akan dialihkan dari Singapura ke AS hingga sebesar 60 persen, Bahlil menegaskan, seluruh transaksi tetap akan dihitung berdasarkan harga keekonomian yang saling menguntungkan. Pemerintah juga memperhitungkan biaya logistik secara menyeluruh agar tidak membebani subsidi energi.
Baca juga : Bahas Masa Depan Media Di ASEAN-Japan Center
“Kita pastikan harga tetap dalam batas keekonomian dan efisien. Tujuannya jelas: harga terbaik, suplai energi aman, dan negara tetap untung,” tutup mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu.
Senada dengan Bahlil, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan, kemampuan Prabowo dalam bernegosiasi menunjukkan kepiawaian seorang pemimpin. Ia menilai Trump jarang melakukan negosiasi langsung dengan kepala negara, tapi dengan Prabowo, hal itu menjadi pengecualian.
Menurutnya, Prabowo secara konsisten mengedepankan pendekatan diplomasi langsung dalam berbagai forum internasional, termasuk dengan para pemimpin tertinggi negara maupun organisasi dunia.
Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: Jangan Terlalu Khawatir Dengan Produk Amerika
“Dengan pengalamannya, Presiden Prabowo mengutamakan upaya negosiasi langsung dengan pemimpin tertinggi negara atau organisasi dunia,” ujarnya melalui unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet, seperti dikutip Jumat (18/7/2025).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.