BREAKING NEWS
 

GBN 2025

Menperin: Bangga Saja Tak Cukup, Ayo Beli Batik Lokal

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 31 Juli 2025 09:23 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan industri batik nasional agar semakin adaptif terhadap tren dan selera generasi muda. Upaya ini dijalankan secara strategis oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) melalui kolaborasi bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI).

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta, Rabu (30/7). Menperin menyatakan bahwa GBN diharapkan menjadi gerakan nasional dalam menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap batik sebagai identitas bangsa.

“Kita perlu bersama-sama menumbuhkan dan menjaga kebanggaan masyarakat terhadap batik yang tidak hanya sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup masa kini. Ini tidak kuno, ini berkelas, dan bisa menjadi industri jangka panjang,” ujar Agus.

Baca juga : IBS 2025, Indonesia Siap Jadi Pemain Kunci dalam Industri Baterai Global

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widyanti Putri Wardhana, serta perwakilan Yayasan Batik Indonesia.

Menperin menyoroti pentingnya inovasi dalam produk batik, efisiensi produksi, serta strategi pemasaran yang menyasar pasar muda, khususnya Generasi Z. Ia menilai karakteristik Gen Z yang aktif, mengutamakan orisinalitas, serta peduli isu sosial dan lingkungan harus dijawab dengan pendekatan yang relevan.

Adsense

“Bangga saja tidak cukup. Kita semua harus belanja produk batik. Karena dengan belanja, kita melestarikan ekosistem budaya nasional, sekaligus menggerakkan ekonomi para pengrajin batik di berbagai daerah,” tegasnya.

Baca juga : Riset Ipsos 2025: Shopee Paling Berdampak Dukung UMKM dan Brand Lokal

Saat ini, industri batik tersebar di 11 provinsi dengan hampir 6.000 unit usaha dan sekitar 200 sentra IKM. Namun, jumlah perajin menurun signifikan sejak pandemi akibat tantangan regenerasi. Oleh karena itu, Kemenperin mendorong pendekatan baru lewat edukasi, teknologi, dan desain modern.

Data BPS 2020 mencatat nilai ekspor batik masih di bawah USD 8 juta, meski tumbuh 76% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pasar domestik menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan batik semakin sering dikenakan dalam keseharian, terutama oleh anak muda.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Batik Nasional 2025, Kemenperin menyelenggarakan Gelar Batik Nusantara pada 30 Juli–3 Agustus di Pasaraya Blok M. Tahun ini, Batik Merawit asal Cirebon ditetapkan sebagai ikon GBN 2025.

Baca juga : Aprindo: Perusahaan Ritel Tak Produksi Beras, Beli Dari Produsen

Selain pameran dari berbagai IKM, GBN juga menghadirkan fashion show, workshop, dan talkshow edukatif. Beberapa topik yang diangkat antara lain “Urban Batik, Ketika Warisan Menjadi Gaya”, “Mengenal Batik Sawit Ramah Lingkungan”, hingga “Menggambar dan Menulis sebagai Upaya Preservasi Budaya”.

Kemenperin juga menggelar webinar bertema “Batik untuk Gen Z: Tradisi Menjawab Tren” dan “Cinta Wastra Nusantara: Penerapan Keberlanjutan Lingkungan pada Industri Batik” sebagai strategi untuk menjangkau pasar muda dan memperkuat prinsip sustainability.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi menjadi faktor kunci membangun ekosistem industri batik yang berkelanjutan. Ini bukan hanya soal melestarikan budaya, tetapi juga meletakkan fondasi industri wastra yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Menperin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense