Pacu Lifting Migas
Sumur Tua Dibenahi Wilayah Kerja Baru Dilelang
Bagaimana strategi memacu produksi minyak?
Produksi kita stagnan bukan cuma karena sumur tua, tapi juga “by design”. Kalau lifting naik, impor turun. Dulu di balik impor itu ada yang cari untung. Makanya keputusan sengaja dilambat-lambatkan. Makanya tak mau membuat keputusan.
Baca juga : Tak Datang Ke Senayan, Megawati Kurang Sehat
Setelah mengetahui itu, apa yang bapak lakukan?
Saya yakin, selama tidak ada conflict of interest, selama kita bersih dan niatnya untuk kebaikan negara, tak ada yang harus ditakuti. Jadi, apa yang saya lakukan? Saya pangkas semua birokrasi itu. Kalau kontraktor enggak mau jalan, saya cari yang lain. Prioritasnya dua. Sumur tua diintervensi teknologi, wilayah kerja baru dilelang. Dua-duanya jalan. Yang sudah eksplorasi dan punya POD (plan of development) harus segera masuk tahap konstruksi. Sambil kita lelang wilayah kerja yang baru. Pelelangan baru itu butuh waktu lama. Dari proses eksplorasi sampai barangnya ada, bisa makan waktu lima tahun.
Energi ini memang beda. Beda mengelolanya dibanding tambang atau pangan. Energi butuh teknologi, butuh modal besar, punya wilayah kerja, dan belum tentu ada barangnya. Untuk memastikan ada, eksplorasi saja bisa 3 sampai 5 tahun.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh 5,4 Persen, Defisit Rp 636 Triliun
Soal sumur minyak rakyat. Apa latar belakang Anda melegalkan sumur-sumur minyak rakyat yang selama ini ilegal?
Iya. Dari zaman Belanda ada sumur rakyat, tapi ilegal. Mereka jual kucing-kucingan. Bahkan mungkin ada oknum aparat ikut main. Saya bilang ke Presiden, ini harus ada keadilan sesuai Pasal 33 UUD 1945. Maka saya atur tata kelola. Karena punya potensi juga. Satu sumur 3-5 barel per hari. Satu barel 159 liter. Bisa dapat Rp2,5–3 juta per sumur per hari, dengan 10 pekerja per sumur. Pertamina wajib beli 80% dari ICP (Indonesian Crude Price/harga minyak mentah Indonesia) tergantung kualitas minyak.
Bagaimana pemerintah memastikan keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan di sumur rakyat?
Baca juga : Mirah Sumirat: Jangan Menunggu Kondisi Dunia Stabil
Rakyat dapat penghasilan, bayar pajak, kerja tenang tanpa dikejar-kejar, dan Pertamina/SKK Migas bisa edukasi keselamatan kerja. Ini barang lama, cuma butuh keberanian mengeksekusi. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.