RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh diplomat dan jajaran Kementerian Luar Negeri, yang dinilainya kerap mengorbankan kenyamanan pribadi demi menjaga nama baik Indonesia.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran diplomat dan seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri, yang telah memberikan yang terbaik yang mereka miliki. Seringkali, dengan mengorbankan apa yang menjadi kenyamanan pribadinya," kata Sugiono dalam postingan video di akun Instagram pribadinya, tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kementerian Luar Negeri, Selasa (19/8/2025).
Sugiono menilai para diplomat dan staf Kemlu telah mengabdikan bakti pada pertiwi, dengan memperjuangkan kepentingan Merah Putih di berbagai kancah internasional. Demi harumnya nama bangsa.
Selama 10 windu, para diplomat dan staf Kemlu berperan aktif dalam berbagai arena diplomasi, menjaga kedaulatan negara. Serta berjuang membantu dan melindungi anak-anak negeri di seluruh penjuru dunia tanpa lelah, tanpa henti.
Atas semua jejak yang sudah ditinggalkan dan keberhasilan yang telah ditorehkan, Sugiono meminta para diplomat dan staf Kemlu untuk memperkuat barisan, bahu-membahu. Karena tantangan ke depan tidak akan menjadi lebih ringan.
"Selamat ulang tahun. Sebuah kehormatan bagi saya, untuk bisa bekerja sama bersama saudara-saudara semua. Semoga Tuhan selalu bersama kita, dalam upaya kita membawa dan menjaga nama harum bangsa," tutur Sugiono, yang juga Sekjen Partai Gerindra.
Baca juga : Menlu Sugiono: Indonesia Akan Terus Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Kementerian Luar Negeri merupakan satu dari total 12 kementerian (dahulu bernama departemen), yang dibentuk di masa awal Kemerdekaan RI: 19 Agustus 2025.
Selain Departemen Luar Negeri, juga terdapat Departemen Dalam Negeri, Departemen Kehakiman, Departemen Keuangan, Departemen Kemakmuran, Departemen Kesehatan, Departemen Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan, Departemen Sosial, Departemen Pertahanan, Departemen Perhubungan, Departemen Pekerjaan Umum, dan Departemen Penerangan.
Peran Penting Kemlu
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Terutama, dalam diplomasi untuk mendapatkan pengakuan internasional. Sebab, meskipun Proklamasi 17 Agustus 1945 sudah dikumandangkan, kemerdekaan Indonesia belum dianggap sah tanpa pengakuan negara lain.
Achmad Soebardjo, Menlu pertama RI (1946, 1951-1952) bergerak cepat membuka hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Antara lain, dengan membuka Kantor Kedutaan dan Perwakilan RI di Mesir, India, dan beberapa negara Eropa Timur.
Mesir menjadi negara pertama yang secara resmi mengakui kedaulatan RI, pada tahun 1947. Dukungan dari negara-negara Arab, India, dan PBB memberi tekanan kepada Belanda agar menghentikan agresinya.
Tokoh seperti H. Agus Salim, Menlu ke-3 RI (1947-1949) aktif melobi di luar negeri, khususnya ke negara-negara Islam dan Asia.
Baca juga : Kapolri Dipuji Ketum PBNU Sebagai Penjaga Ketertiban Dan Keamanan
Sejak zaman Kemerdekaan hingga sekarang ini, terdapat 24 nama yang telah memimpin Kementerian Luar Negeri. Termasuk, mereka yang bertugas sebagai pelaksana tugas (ad-interim).
Beberapa tokoh mendapat status Pahlawan Nasional, seperti Achmad Soebardjo, Sutan Syahrir, Agus Salim, Mohammad Hatta, Ide Anak Agung Gde Agung, dan Adam Malik .
Baca juga : Mega Warning Kader Jangan Jadikan Partai Alat Kepentingan Pribadi
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.