RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi membangun komitmen menjadikan Belitung sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Salah satu langkah strategis yang segera dilakukan adalah pengembangan rute penerbangan regional dan internasional. Kesepakatan ini menjadi salah satu keluaran Rapat Koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Pemerintah Kabupaten Belitung.
“Pariwisata menjadi sektor strategis yang kita proyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sejalan dengan prioritas tersebut, pemerintah juga terus menyiapkan langkah konkret untuk mendukung dan mengakselerasi pariwisata,” tutur Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, saat menyampaikan keynote speech pada rapat koordinasi yang berlangsung di Tanjung Pandan, Belitung, Kamis (21/8/2025).
Belitung merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas dalam RPJMN 2025–2029. Posisi strategis Pulau Belitung didukung keberadaan KEK Tanjung Kelayang serta status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Dengan potensi kekayaan alam dan budaya, Belitung diyakini mampu menjadi destinasi unggulan, apalagi telah diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Bangka Belitung 2023–2044.
Baca juga : Kirana Larasati, Bangga Jadi Finalis Miss Universe Tertua
“Berbagai data menunjukkan tren pertumbuhan sektor pariwisata sangat positif. Hal ini terlihat dari kontribusi pariwisata terhadap PDB, jumlah wisatawan, serta devisa yang terus meningkat sejak 2022. Selain itu, Indonesia juga berhasil naik 10 peringkat menjadi posisi ke-22 dalam Travel and Tourism Development Index,” ungkap Deputi Rudy.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat perputaran ekonomi daerah melalui pembukaan bandara internasional, Bandara H.A.S. Hanandjoeddin Belitung telah ditetapkan sebagai bandara internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025. Peningkatan status ini akan diiringi evaluasi pemanfaatan, khususnya pembukaan rute penerbangan regional dan internasional sebagai aspek fundamental yang harus segera dioptimalkan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Deputi Rudy menekankan pentingnya pembukaan rute baru, baik dari kota-kota besar di Indonesia maupun negara-negara ASEAN dan global. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah wisatawan, memperluas pasar, sekaligus menarik investasi di sektor pariwisata maupun sektor pendukung lainnya. Karena itu, diperlukan road map dan action plan yang jelas dan terarah agar Bandara Belitung benar-benar menjadi daya ungkit dan game changer bagi pariwisata daerah.
Baca juga : Menteri Hukum ASEAN Sepakati Penguatan Arbitrase Dan Mediasi Internasional
Deputi Rudy menjelaskan, road map tersebut mencakup beberapa langkah penting. Pertama, peningkatan rute penerbangan langsung dari kota-kota besar di Indonesia maupun negara-negara tetangga dengan mengkaji kelayakan pasar serta menyiapkan skema insentif bagi maskapai. Kedua, penguatan infrastruktur untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana bandara maupun destinasi wisata. Ketiga, pengembangan quality tourism yang mampu mengakomodasi wisatawan kelas menengah-atas melalui penyediaan fasilitas pariwisata berkualitas. Keempat, peningkatan kontinuitas penyelenggaraan event nasional maupun internasional agar Belitung memiliki daya tarik wisata berkesinambungan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung Djoni Alamsyah menegaskan kesiapan Pemkab Belitung untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendorong pariwisata berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan pariwisata berkualitas yang berkontribusi pada ekonomi lokal, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan okupansi hotel, penguatan UMKM, hingga mendorong geliat ekonomi kreatif. Kesepakatan strategis ini sekaligus menegaskan posisi Belitung sebagai destinasi pariwisata unggulan yang mampu bersaing di tingkat global, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga : Transisi Energi Dan Investasi Hulu Migas Jadi Kunci Swasembada Energi
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto; Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Penataan Ruang Laut dan Kerja Sama Luar Negeri Dyah Erowati; Direktur Jasa Bahari KKP Enggar Sadtopo; Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kemenkes Sumarjaya; Asdep Pengembangan dan Penataan Kawasan Permukiman Kemenko IPK Radian Nurcahyo; Direktur BUPP KEK Tanjung Kelayang; GM Bandara H.A.S. Hanandjoeddin; serta sejumlah perwakilan kementerian/lembaga, otoritas bandara, dan maskapai penerbangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.