BREAKING NEWS
 

Perkuat Pertahanan Negara

Kemhan Sinergi Hadapi Ancaman Non Militer

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Sabtu, 23 Agustus 2025 07:25 WIB
Karo Ortala Setjen Kemhan Brigjen TNI Sanggam David mewakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemhan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo menutup kegiatan Rapat Pembahasan Pengklasifikasian Ancaman Non-Militer pada Kementerian/Lembaga, dan instansi lainnya, Jumat (22/8/2025), di Jakarta. (Foto: Dok. kemhan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mendorong penguatan sinergi antar Kementerian/Lembaga (K/L) dalam menghadapi ancaman non-militer. Upaya ini untuk memperkuat pertahanan negara di tengah kompleksitas tantangan yang kian beragam.

Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Sanggam David menegaskan, pertahanan non-militer tidak bisa dijalankan parsial.

Menurutnya, semua K/L dan instansi terkait memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa.

Baca juga : Survei ISS, 78 Persen Publik Puas Atas Kinerja Pemerintah

“Pertahanan nirmiliter adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada satu pun institusi yang bisa menghadapi ancaman ini sendirian,” kata Sanggam saat menutup Rapat Pembahasan Pengklasifikasian Ancaman Non-Militer di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Menurutnya, salah satu langkah konkret yang akan ditempuh adalah penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) sebagai turunan dari kebijakan umum pertahanan negara. RAN ini akan menjadi pedoman bagi K/L dan Pemerintah Daerah menyusun arsitektur serta tata kelola pertahanan non-militer.

“Ke depan, komunikasi intensif akan terus dibangun untuk berbagi peran, baik sebagai unsur utama maupun pendukung, dalam menghadapi ancaman non-militer,” ujarnya.

Baca juga : Gerindra Janji Komunikasi Dengan Pemerintah Dan DPR

Rapat yang dihadiri 57 perwakilan dari kementerian, lembaga, serta Pemda, termasuk Pemprov DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, itu menjadi bagian dari rangkaian reformasi birokrasi pertahanan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo menekankan pentingnya klasifikasi ancaman non-militer agar setiap instansi dapat menyesuaikan langkah sesuai tugas dan fungsinya.

Adsense

Menurut Budi, dinamika global yang ditandai dengan kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) menuntut kesiapsiagaan bersama.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense