RM.id Rakyat Merdeka - Menko Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di kelurahan Gedawang, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (28/8/2025). Di hadapan warga, Zulkifli menyerukan perlawanan terhadap ketergantungan impor pangan. Caranya, desa dan kelurahan harus jadi pusat lahirnya pengusaha baru, bukan sekadar konsumen.
Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, tiba di lokasi siang hari dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang. Dia didampingi Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria. Kehadiran Zulhas disambut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Sebelum memberi sambutan, Ketua Umum PAN itu sempat berkeliling meninjau produk para anggota koperasi, mulai dari sayuran segar hingga kerajinan tangan.
Baca juga : Indonesia Mesti Menjadi Teladan Regional Dan Global
Dalam sambutannya, Menteri Zulhas menegaskan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ditujukan untuk memberdayakan masyarakat desa sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor pangan.
Zulhas blak-blakan mengakui, hingga kini kebutuhan pangan nasional masih banyak dipenuhi dari luar negeri. “Untuk roti, mie, dan lain-lain, kita impor gandum 13 juta ton per tahun,” ujarnya. Tak hanya gandum, Indonesia juga masih bergantung pada kedelai impor sebagai bahan utama tempe dan tahu. Per tahun, impor kedelai, kira-kira 3 juta ton. Ketergantungan serupa juga terjadi pada gula dan daging sapi. “Impor daging 200 ribu ton. Kalau diekor sapikan 1 juta,” beber Ketua Umum PAN itu.
Baca juga : Jelang Muktamar Ke-35, Para Pengurus Di PPP Mulai Rapatkan Barisan
Menurut Zulhas, kondisi ketergantungan pangan itu tidak lepas dari sistem pasar bebas yang berlaku sejak era reformasi. Setelah reformasi, aturan dianggap longgar sehingga pihak-pihak besar bisa menguasai hampir semua sektor, mulai dari lahan, produksi, hingga industri di tingkat kampung. Bahkan, menurutnya, industri tambang, keuangan, sampai urusan pangan seperti beras dan cabai pun dikuasai karena mekanisme pasar yang serba bebas.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.