Sebelumnya
Zulhas menuturkan, pada masa Orde Baru unit usaha rakyat mendapat perlindungan negara sehingga ritel modern tidak bisa leluasa masuk ke desa. Ia menyebut, jika Kopdes sudah kuat, pemerintah hanya akan membolehkan ritel modern beroperasi hingga tingkat ibu kota kabupaten atau provinsi.
Baca juga : Indonesia Mesti Menjadi Teladan Regional Dan Global
Untuk menata ulang sistem tersebut, pemerintah kini menggulirkan program Kopdes Merah Putih. Melalui program ini, Zulhas berharap lahir pengusaha-pengusaha baru dari desa dan kelurahan. Dengan begitu, desa dan kelurahan dapat menjadi pusat pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. “Desa-desa, kelurahan-kelurahan itu lahir pengusaha-pengusaha. Jadi pusat UMKM,” tandasnya.
Baca juga : Jelang Muktamar Ke-35, Para Pengurus Di PPP Mulai Rapatkan Barisan
Untuk menopang operasional Kopdes, kata Zulhas, Pemerintah juga menyiapkan sokongan modal jumbo. Antara lain lewat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Danantara mungkin berapa ratus triliun nanti. KUR juga ada Rp300 triliun. Plafon untuk Kopdes ini Rp240 triliun,” tuntasnya. KPJ
Baca juga : Pernyataan Gaduh Bisa Jadi Beban Presiden
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 29 Agustus 2025 dengan judul "Kunjungi Kopdes Semarang Zulhas: Desa Bisa Jadi Pusat UMKM"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.