RM.id Rakyat Merdeka - Minat masyarakat ikut program transmigrasi saat ini sangat tinggi. Tapi, proses seleksi tetap dilakukan agar transmigran yang datang ke kawasan transmigrasi benar-benar memberi manfaat positif dengan keahlian yang dimiliki.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan, tingginya minat masyarakat tercermin dari jumlah pendaftar program ini mencapai 8 ribu Kepala Keluarga (KK) hingga Juli 2025. Hal ini menunjukkan, program transmigrasi mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Meski demikian, Kementrans tidak bisa langsung mengirimkan seluruh peminat ke tempat transmigran. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Baca juga : Musda Beringin Berlangsung Sejuk
“Salah satunya seleksi bagi pendatang dari luar daerah. Ini dilakukan dengan mempertimbangkan keterampilan atau keahlian khusus,” ujar Iftitah dalam keterangan resminya, Sabtu (6/9/2025).
Dijelaskan, seleksi bagi pendatang diperlukan agar ketika mereka tiba di wilayah transmigran baru bisa memberikan dampak yang positif, baik kepada lingkungan maupun masyarakat setempat.
“Jadi, bukan lagi orang-orang yang terbuang. Kami betul-betul lakukan seleksi secara baik,” tegasnya.
Baca juga : Formappi: Penghasilan DPR Rp 65,5 Juta Masih Kegedean
Selain itu, pengiriman transmigran juga dilakukan berdasarkan permintaan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan tetap memperhatikan komposisi yang lebih besar untuk transmigrasi lokal.
“Tahun ini kami fokus pada porsi transmigrasi lokal. Sedangkan Transmigrasi Karya Nusantara dari luar provinsi hanya enam persen,” ujarnya.
Sejumlah daerah yang telah menentukan komposisi mayoritas masyarakat lokal sebagai transmigran di antaranya, Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan dengan 76 persen masyarakat lokal dan 24 persen pendatang, Torire Poso- Sulawasi Tengah 70 persen masyarakat lokal dan 30 persen pendatang, Poliwali Mandar Sulawesi Barat 65 persen masyarakat lokal dan 35 persen pendatang, serta Halmahera Tengah, Maluku 80 persen lokal dan 20 persen pendatang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.