Sebelumnya
Diungkapkan, temu Inklusi Nasional ke-6 yang berlangsung pada 2–5 September 2025 menjadi momentum mengkonsolidasikan komitmen nasional menuju Indonesia inklusif.
Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaiannya turut membahas capaian, tantangan, hingga rekomendasi kebijakan. Termasuk keterbatasan sumber daya seperti Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang masih berbanding 1:3000, serta masih adanya tumpang tindih program di berbagai sektor.
“Mewujudkan hak penyandang disabilitas ibarat lari marathon, bukan sprint. Perjalanan ini panjang dan tidak mudah, tapi kita tidak boleh berhenti. Temu Inklusi keenam adalah gerakan bersama. Perubahan sejati tidak hanya lahir dari forum ini, tetapi dari bagaimana kita kembali ke masyarakat dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata,” pungkasnya.
Baca juga : Bekas Posisi Bambang Pacul Diincar Andika Dan Anak Puan
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah lebih dari delapan tahun disahkan.
“Namun implementasi di lapangan belum memadai bagi rekan-rekan difabel bisa mendapatkan pelayanan publik yang setara,” kata wanita yang akrab disapa Rerie ini.
Menurutnya, perlu upaya mempersempit kesenjangan antara aturan dan implementasi terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Tak lain, demi mewujudkan pembangunan yang lebih merata bagi setiap anak bangsa.
Baca juga : Bikin Regulasi, Pemerintah Harus Semakin Hati-hati
Politisi Partai NasDem itu menyampaikan, upaya implementasi sejumlah kebijakan terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas harus benar-benar dilakukan dengan langkah yang tepat dan terukur.
Sementara, Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Revita Alvi menambahkan, pemenuhan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas harus dilihat sebagai layanan standar. Tidak perlu berlebihan tapi menjamin akses. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Senin, 8 September 2025 dengan judul "Wujudkan Pembangunan Yang Adil Dan Merata Satu Data Disabilitas Kunci Kebijakan Tepat Sasaran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.