RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggenjot konektivitas antar wilayah untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Upaya ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas orang dan barang, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta membuka peluang usaha baru.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengaku telah melakukan sejumlah langkah strategis. Diantaranya penyediaan angkutan lintas batas negara, subsidi angkutan orang, barang, dan penyeberangan, hingga modernisasi layanan angkutan perkotaan.
"Hasil survei triwulan ll per Juni 2025 menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan transportasi darat mencapai 96,01 persen. Layanan perintis baru menjangkau 75 persen daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan," kata Yani dalam keteramgannya, Selasa (16/9/2025).
Baca juga : Tebar 17 Paket Stimulus, Pemerintah Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub memperluas layanan kapal perintis penumpang dan barang, Public Service Obligation (PSO) angkutan laut, layanan rede transport, serta kapal khusus ternak.
Saat ini tersedia 107 trayek kapal perintis dengan kapasitas 38.604 penumpang dan 16.753 ton barang, 26 kapal PSO, 18 trayek kapal rede, 39 kapal perintis barang, serta 6 trayek kapal ternak dengan kapasitas 500 ekor per kapal.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub Budi Mantoro menegaskan, sesuai RPJMN 2025–2029, Kemenhub mendapat mandat dalam pengembangan jaringan pelabuhan terpadu, penguatan infrastruktur logistik, serta dukungan konektivitas di perdesaan, perbatasan, dan transmigrasi.
Kemudian, dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional, terdapat 28 pelabuhan utama, 164 pelabuhan pengumpul, 166 pelabuhan pengumpul regional, 278 pelabuhan pengumpan lokal, 1.321 rencana lokasi pelabuhan, dan 55 terminal pelabuhan umum.
Baca juga : IKM Kerajinan Siap Perluas Pasar Ekspor
"Dari jumlah itu, 102 pelabuhan bersifat komersial dan 534 nonkomersial," ujar Budi.
Pada sektor udara, Direktur Angkutan Udara Agustinus Budi Hartono mengatakan, Kemenhub menyediakan layanan penerbangan perintis dan jembatan udara.
Data per 11 Agustus 2025 mencatat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, dan 1 rute subsidi udara kargo. Hingga Juli 2025, realisasi angkutan udara perintis penumpang mencapai 23.404 frekuensi dengan 183.681 penumpang, sedangkan kargo perintis jembatan udara tercatat 3.056 frekuensi dengan total muatan 1.859.378 kilogram.
"Angkutan udara perintis saat ini melayani 22 korwil dari Sumatera hingga Papua. Papua mendapat 10 korwil karena kebutuhan angkutan udara lebih tinggi. Dengan layanan ini, harga barang diharapkan turun dan pergerakan ekonomi daerah semakin tumbuh," kata Budi.
Baca juga : BRI Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025 Dorong Katalis Ekonomi
Sementara itu, Direktorat Jenderal Pekeretaapian gencar mengembangkan jaringan kereta api melalui pendanaan kreatif di luar APBN seperti investasi swasta dan skema KPBU.
Inovasi moda perkeretaapian yang telah hadir di antaranya MRT Jakarta, Skytrain Bandara Soekarno-Hatta, KA Makassar–Parepare, LRT Jakarta, Commuter Line, LRT Palembang, dan LRT Jabodebek.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Arif Anwar menyebutkan terdapat 5 layanan kereta perintis yang masih berjalan pada 2025, yaitu KA Cut Meutia, KA Lembah Anai, LRT Sumatera Selatan, KA Makassar-Parepare, dan KA Bathara Kresna.
"Sebelum 5 kereta perintis itu, beberapa layanan sudah berkembang menjadi KA PSO karena okupansi penumpang mencapai 70 persen, seperti KA Siliwangi, KA Jenggala, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Datuk Balembangan," ujar Arif
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.