BREAKING NEWS
 

Tito: Program MBG Dorong Ekonomi Daerah

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 20 September 2025 12:25 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat memberikan sambutan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Foto: Humas Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi pendorong ekonomi di daerah. Hal ini didukung oleh ketersediaan 806 titik lahan yang siap digunakan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pusat operasional penyaluran makanan.

"Ada 806 titik lahan yang tanahnya layak untuk pembangunan SPPG. Lahannya sudah siap dan pemerintah daerah juga sangat antusias," kata Tito di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

Baca juga : BRI Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025 Dorong Katalis Ekonomi

Dari total lahan tersebut, BGN akan membangun 542 SPPG, sedangkan 264 sisanya akan dibangun oleh Kementerian PU. Tito yakin keberadaan SPPG ini, akan menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan rantai pasok lokal, mendorong perputaran uang yang signifikan dan menumbuhkan ekonomi daerah.

Adsense

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andy Ahmad Zaelany mengaminkan pernyataan Tito. Kata Andy, lahan-lahan yang disediakan ini berpotensi menjadi titik awal untuk membentuk sentra ekonomi baru bagi para petani. Potensi ini dapat terwujud jika akses bagi masyarakat, khususnya petani, dibuka seluas-luasnya untuk berpartisipasi dalam program.

Baca juga : BCA Dorong Ekonomi Lokal Via Kolaborasi Seni Budaya

Menurut Andy, keberhasilan ini sangat bergantung pada penataan kelembagaan oleh Pemerintah Daerah. Ia mencontohkan model di Korea Selatan. Di mana dinas pertanian memiliki peran penting dalam memastikan kualitas produksi komoditas pangan, mengatur proses pembelian dari petani, dan mendistribusikan hasil panen ke sekolah-sekolah.

"Untuk memastikan MBG memberikan dampak ekonomi yang nyata, ada dua hal yang harus dipastikan bagi petani. Pertama, kepastian ketersediaan lahan garapan dan jenis komoditas yang harus ditanam. Kedua, sistem pembelian dan alur distribusi harus melibatkan usaha yang dikelola oleh masyarakat," papar Andy. 

Baca juga : Menkop Ferry Tinjau Operasional Kopdes Pucangan Tuban Dorong Ekonomi Desa

Dengan cara ini, Andy optimistis uang yang berputar dalam program MBG akan dinikmati langsung oleh warga di daerah. "Sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense