BREAKING NEWS
 

Mendagri Dorong Pemda & Investor Kolaborasi Wujudkan Energi Sampah

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 3 Oktober 2025 15:14 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Foto: Humas Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) aktif berkolaborasi dengan investor dalam mengembangkan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy. 

Tito menekankan, keberhasilan PSEL sangat bergantung pada sinergi antara Pemda, investor dan dukungan teknis dari Kementerian Dalam Negeri. 

"Terpenting bagaimana membentuk collection system, mulai dari membuat bak-bak sampah di masyarakat, setelah itu dikoleksi dengan sistem transportasi dibawa sampai dengan TPA,” kata Tito, dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025). 

Baca juga : Ditjen Bina Adwil Dorong Pemda Perkuat Komitmen Pengelolaan Sampah

Kata Tito, Pemda memiliki tanggung jawab mendukung pembangunan PSEL. Mantan Kapolri itu mencontohkan seperti penyediaan lahan, infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik dan menjamin pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari untuk operasional PSEL.

Adsense

"Nah, sehingga ini adalah opportunity. Kami sampaikan kepada teman-teman kepala daerah opportunity yang diberikan pemerintah untuk diselesaikan,” ungkap Tito.

Sementara, investor bertanggung jawab pada pembangunan dan pengelolaan fasilitas insinerator. Misalnya dengan mekanisme kerja sama yang memitigasi risiko, termasuk kekurangan pasokan sampah atau kondisi kahar seperti bencana alam. Skema ini memastikan aset PSEL tidak terbengkalai dan program tetap berjalan berkelanjutan.

Baca juga : Mendagri Minta Pemda Serius Tangani TBC Dan Kawal MBG

"PSEL adalah terobosan strategis. Kolaborasi Pemda, investor dan Pemerintah Pusat menjadi kunci suksesnya, sekaligus mendukung kemandirian energi nasional,” ujar Tito.

Program PSEL juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena menghadirkan lapangan kerja baru. Mulai dari pengumpulan sampah, transportasi, pengolahan, hingga distribusi energi. Hal ini membuat program tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat.

Selain itu, teknologi insinerator yang digunakan PSEL mampu mengurangi volume sampah hingga 90 persen. Sehingga TPA tidak cepat penuh dan kota menjadi lebih bersih. Dengan pengelolaan berbasis data, Pemda dan investor dapat memastikan volume sampah terpenuhi secara konsisten untuk produksi energi yang optimal.

Baca juga : NBRI Buka Jalan Kolaborasi Vokasi dalam Teknologi Baterai

Keberhasilan PSEL menjadi model nasional pengelolaan sampah berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pusat, Pemda, dan investor tidak hanya mendukung energi terbarukan, tetapi juga memperkuat peran Kemendagri dalam memastikan implementasi program berjalan lancar, aman, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Saat ini, 33 titik lokasi prioritas telah diidentifikasi untuk pembangunan PSEL, termasuk 10 daerah prioritas pertama. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense