Sebelumnya
Saat ini, tarif layanan masih berbasis case mix menggunakan sistem INA-CBGs. Namun, Pemerintah tengah menyiapkan transisi menuju Indonesia Diagnosis Related Group (INA-DRG) yang dinilai lebih adil dan berimbang.
Terdapat perbedaan antara biaya pelayanan dan tarif INA-CBGs dengan INA-DRG. Rata-rata keduanya masih bisa disubsidi, terutama bagi pasien non-BPJS di rumah sakit vertikal. "Kedepan, dengan sistem INA-DRG yang menghitung pembayaran berdasarkan kompleksitas kasus dan kompetensi rumah sakit, pembiayaan diharapkan lebih proporsional,” kata dia.
Baca juga : Menteri PANRB: Perempuan Terbukti Lebih Taat Aturan
Dengan penerapan sistem baru ini, Pemerintah berharap rumah sakit, khususnya di daerah, dapat lebih mandiri dan berkelanjutan secara finansial. "Kalau struktur pembiayaan sudah lebih berimbang, subsidi bisa berkurang dan rumah sakit bisa tumbuh sehat tanpa mengorbankan akses masyarakat terhadap layanan berkualitas,” pungkas dr. Azhar.
Pembangunan RSUD lengkap dan berkualitas masuk ke dalam PHTC Presiden Prabowo poin kedua. Di poin itu juga tercantum program cek kesehatan gratis dan penuntasan kasus Tuberkulosis (TBC). Program ini menjadi langkah awal yang nyata untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan layanan kesehatan setara dengan daerah lain.
Baca juga : OSO Instruksikan Kader Perkuat Struktur Daerah
Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan target Kemenkes untuk membangun 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C di pelosok daerah dalam waktu lima tahun. Menurut Budi, pembangunan rumah sakit tersebut akan dipercepat dan ditargetkan kelar dalam waktu dua tahun. Jelang akhir tahun ini ada 32 rumah sakit mulai dibangun, sementara 22 lainnya sudah dalam tahap konstruksi. Sisanya tengah memasuki proses tender.
“Kami percepat dari lima tahun jadi dua tahun. Tahun ini 32 dibangun, 22 sudah konstruksi,” ujarnya dalam keterangan pers di kanal YouTube Kemenkes, dikutip Minggu (19/10/2025).
Baca juga : Soal Reshuffle, Golkar Patuh Arahan Prabowo
Program percepatan ini bagian dari arahan Presiden yang meminta agar setiap daerah memiliki rumah sakit berkualitas, terutama di wilayah yang selama ini tertinggal. Lokasinya tersebar di daerah-daerah terpencil seperti Tarempa di Anambas, Bobong di Pulau Taliabu, termasuk yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT). JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Senin, 20 Oktober 2025 dengan judul "Capaian Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, 15 RSUD Naik Kelas, Siap Layani 7 Spesialis Dasar"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.