BREAKING NEWS
 

Bicara Soal Kartini-kartini Di Birokrasi

Menteri PANRB: Perempuan Terbukti Lebih Taat Aturan

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 20 Oktober 2025 06:55 WIB
Menteri PANRB Rini Widyantini saat menjadi pembicara pada Kegiatan Sekolah Kepemimpinan Kartini (Kalis) di Sekolah Garuda Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Bogor, Sabtu (18/10/2025). (Foto: Dok. menpan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran perempuan dalam birokrasi bukan sekadar pelengkap struktur, melainkan penggerak nilai dan penyeimbang dalam pengambilan keputusan publik. Kepemimpinan perempuan, terbukti lebih taat aturan, kolaboratif dan inklusif.

Hal itu disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini saat menjadi pembicara Sekolah Kepemimpinan Kartini (Kalis) di Sekolah Garuda Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

Baca juga : OSO Instruksikan Kader Perkuat Struktur Daerah

“Birokrasi yang dipimpin perempuan terbukti lebih taat aturan, kolaboratif dalam proses pengambilan keputusan, sensitif terhadap kebutuhan publik, dan menciptakan ruang aman dalam penyelesaian konflik,” ujar Rini dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/10/2025).

Birokrat asal Bandung, Jawa Barat, itu mengutip berbagai penelitian yang menunjukkan kepemimpinan perempuan cenderung melahirkan kebijakan yang mendukung work–life balance. Seperti penerapan flexible work, maternal leave bagi ayah, serta penyediaan fasilitas ruang laktasi dan daycare.

Baca juga : Soal Reshuffle, Golkar Patuh Arahan Prabowo

“Pemimpin perempuan memiliki kecenderungan menciptakan safe space yang mendorong keterbukaan, empati, dan penyelesaian konflik secara konstruktif,” jelasnya.

Alumni Universitas Padjadjaran itu mengatakan, diperlukan langkah konkret untuk membuka ruang bagi kepemimpinan perempuan di birokrasi. Dia mengusulkan empat pendekatan utama.

Adsense

Baca juga : OJK Selamatkan Dana Masyarakat Rp 376,8 M

Yaitu, legislasi dan kebijakan yang berpihak pada perempuan, transformasi budaya organisasi, teladan dan kepemimpinan yang inspiratif, serta women support women alias penguatan ekosistem saling dukung antarperempuan.

Menurutnya, saat ini terdapat sinyal positif dalam pembangunan kesetaraan gender di Indonesia. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) terus menurun dari tahun ke tahun, didorong meningkatnya partisipasi kerja, pendidikan, dan keterwakilan perempuan dalam ruang publik. “Artinya, kesenjangan antara laki-laki dan perempuan semakin mengecil,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense