BREAKING NEWS
 

Satu Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jangkau 36,7 Juta Penerima Manfaat

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 21 Oktober 2025 13:28 WIB
Sejumlah siswa menyantap menu makanan MBG di SDN Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/1/2025). (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, hingga 20 Oktober 2025, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 36.773.520 penerima manfaat. Program ini mencakup anak usia PAUD, siswa SD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

BGN juga mencatat, lebih dari 12.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini beroperasi di seluruh Indonesia, untuk mendukung pemerataan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Capaian lebih dari 12.500 SPPG aktif ini menunjukkan komitmen Pemerintah dalam memastikan Program MBG berjalan efektif dan merata. Setiap SPPG berperan penting sebagai dapur komunitas yang mengolah dan menyalurkan makanan bergizi,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana, di Jakarta, Selasa (21/10/2025), seperti dikutip Antara.

Baca juga : Wamen Fajar: Presiden Bangga dengan Pelaksanaan Program Interactive Flat Panel

Dadan menegaskan, perluasan SPPG terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan daerah, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). “Kami memastikan seluruh daerah memiliki akses setara terhadap layanan gizi. Prinsipnya, tidak boleh ada yang tertinggal dalam hal pemenuhan gizi,” tegasnya.

Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penguatan fondasi kesejahteraan lewat pemenuhan gizi nasional. Program MBG disebut sebagai salah satu inisiatif paling berdampak, langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan.

Adsense

Sejak diluncurkan 6 Januari 2025, program ini tak hanya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, tapi juga membuka lapangan kerja di berbagai daerah. Ribuan tenaga kerja terserap di dapur SPPG, mulai dari juru masak, petugas distribusi, tenaga administrasi, hingga petugas kebersihan.

Baca juga : Setahun Prabowo-Gibran, PGN Dukung Visi Menuju Swasembada Energi

“Program MBG menumbuhkan ekosistem kewirausahaan baru. Kita lihat tumbuhnya pelaku usaha lokal yang sebelumnya tidak terlibat dalam sektor pangan kini ikut berpartisipasi, baik sebagai pemasok maupun penyedia jasa pendukung,” tutur Dadan.

Ribuan pemasok bahan pangan dan logistik lokal kini ikut terlibat dalam rantai pasok MBG. Banyak pelaku UMKM ikut kebagian rezeki — dari penyedia bahan pangan, bumbu, hingga pengemasan.

Program ini bahkan memicu tumbuhnya industri turunan, seperti produsen ompreng, alat makan, peralatan dapur, dan rapid test untuk keamanan pangan. “Industri-industri pendukung ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekosistem MBG ke depan,” tambah Dadan.

Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Perpusnas Hadir Demi Martabat Bangsa

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati menegaskan, pihaknya terus memperkuat aspek regulasi, pembinaan, dan komunikasi publik, agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan mendapat dukungan masyarakat.

“BGN memastikan seluruh pelaksanaan program di lapangan berpedoman pada regulasi yang jelas, transparan, dan akuntabel. Kami juga aktif membina SPPG di daerah agar pengelolaan dapur dan distribusi makanan memenuhi standar keamanan pangan,” ujar Hida.

Dalam hal komunikasi publik, Hida menambahkan, BGN terus berupaya menjaga keterbukaan informasi serta memperkuat partisipasi masyarakat agar program makan bergizi gratis ini makin dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense