BREAKING NEWS
 

Setahun Pemerintahan Prabowo, Kemendikdasmen Pacu Pemerataan Pendidikan Digital

Reporter & Editor :
RIKY HANDAYANI
Selasa, 21 Oktober 2025 18:51 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Rizal Ul Haq. (Foto: Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam momentum satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya mempercepat pemerataan mutu pendidikan nasional melalui program digitalisasi pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP).

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Rizal Ul Haq saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMA Gelombang 4 di Tangerang, Senin (20/10/2025).

Menurut Wamen Fajar, digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo sebagai bagian dari transformasi sistem pendidikan nasional yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Bapak Presiden sangat bangga dengan pelaksanaan program Interactive Flat Panel. Dalam rapat kabinet tadi sore, beliau meminta agar jumlah IFP ditambah tahun depan supaya semakin banyak sekolah di seluruh daerah, termasuk wilayah 3T, bisa menikmati pembelajaran digital yang setara,” ungkap Fajar yang baru mengikuti rapat kabinet di Istana bersama Presiden Prabowo.

Wamen Fajar menjelaskan, program IFP merupakan wujud konkret arah kebijakan pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Pemerintah berkomitmen menyiapkan perangkat digital pembelajaran modern bagi sekolah, lengkap dengan jaringan internet serta sumber energi mandiri melalui panel surya yang disediakan oleh PLN.

Baca juga : Dukung Satu Tahun Pemerintahan, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Transformasi

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada kompetensi guru sebagai pengguna kritis dan pencipta konten digital.

“Hari ini, Bapak dan Ibu guru harus menjadi critical user dan digital creator. Teknologi hanya bermakna jika digunakan dengan bijak, untuk memperkuat kemanusiaan, empati, dan semangat belajar anak-anak,” ujarnya.

Fajar, yang merupakan alumnus program doktoral Bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada, menjelaskan bahwa IFP tidak hanya membantu pengajaran, tetapi juga mendorong pembelajaran mendalam (deep learning) yang menghubungkan konsep akademik dengan realitas kehidupan sehari-hari. Teknologi ini memungkinkan proses belajar yang kolaboratif, kontekstual, dan lintas disiplin ilmu.

Adsense

Selain itu, Kemendikdasmen juga meluncurkan platform Rumah Pendidikan, yang menjadi pusat konten digital terkurasi dan terintegrasi dengan sistem IFP di sekolah-sekolah.

“Rumah Pendidikan bisa diunduh di perangkat masing-masing. Kontennya sudah dikurasi dan menjadi ‘otak’ IFP. Dua platform ini saling melengkapi, membentuk super apps pembelajaran nasional,” jelasnya.

Baca juga : PROJO: Prabowo-Gibran Setia Berjuang Untuk Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Fajar turut menyampaikan pesan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi dan partisipasi semesta.

“Transformasi pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada partisipasi semua pihak — guru, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha — untuk memastikan akses dan kualitas pendidikan yang merata,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur SMA Kemendikdasmen Winner Jihad Akbar menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kabar baik yang dibawa langsung Wamen dari Istana.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Pak Wamen Fajar. Para guru semakin bersemangat setelah mendengar kabar dari Istana malam ini tentang penambahan Interactive Flat Panel — ini kabar fresh from the oven,” ujarnya disambut antusias peserta yang hadir.

Di akhir sambutannya, Wamen Fajar menegaskan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah 3T.

Baca juga : Satu Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jangkau 36,7 Juta Penerima Manfaat

“Bapak Presiden meminta agar setiap anak di negeri ini memiliki akses yang sama terhadap teknologi dan ilmu pengetahuan. Digitalisasi pendidikan adalah cara kita memperkuat keadilan sosial dan menyiapkan generasi unggul untuk masa depan bangsa,” kata Fajar.

Kegiatan Bimbingan Teknis Gelombang 4 ini diikuti oleh 248 guru terpilih dari berbagai provinsi di Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang nantinya akan menjadi pengimbas digitalisasi pendidikan di daerah masing-masing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense