Dark/Light Mode

Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

Industri Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan

Selasa, 21 Oktober 2025 07:00 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky mengolah kueh khas Aceh Besar saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Jumat (15/11/2024).
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky mengolah kueh khas Aceh Besar saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Jumat (15/11/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah terjadi lonjakan signifikan di sektor ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan, industri kreatif kini menjadi mesin baru pertumbuhan nasional dengan kontribusi besar terhadap ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Riefky mengatakan, sektor ekonomi kreatif mencatat kontribusi positif bagi ekonomi nasional. Pada tahun 2025, Kementerian Ekraf menargetkan nilai ekspor sebesar 26,44 miliar dolar AS, naik sekitar 1 miliar dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2024 nilai ekspor ekonomi kreatif menyumbang lebih dari 9 persen terhadap total ekspor nasional.

Pada pertengahan tahun 2025, nilainya mencapai 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp 215 triliun, setara 50 persen dari target tahun ini.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pengaruh Kehancuran Baitul Hikmah

“Angka ini mencerminkan kekuatan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi yang tumbuh di berbagai subsektor,” ujar Riefky dalam refleksi satu tahun Prabowo-Gibran, Senin (20/10/2025).

Selain ekspor, investasi di sektor ekonomi kreatif juga mengalami lonjakan signifikan. Hingga pertengahan 2025, total investasi tercatat Rp 90,12 triliun atau 66 persen dari target nasional, dengan kontribusi mencapai 9 persen terhadap total realisasi investasi nasional.

“Angka ini menggambarkan kepercayaan investor terhadap potensi industri kreatif Indonesia,” tambahnya.

Subsektor dengan kontribusi terbesar berasal dari aplikasi, fashion, kuliner, dan kriya. Diikuti subsektor game, musik, serta film. Termasuk film animasi yang terus berkembang pesat.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Perpecahan Dalam Tubuh Dinasti Khan

Pertumbuhan tersebut dinilai berdampak langsung pada peningkatan kapasitas ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan pembukaan pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif di tingkat global.

Sepanjang 2024, sektor ekonomi kreatif mencatat pertumbuhan PDB positif sebesar 5,69 persen dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 26,47 juta orang. Mayoritas pekerja berasal dari kalangan muda dan perempuan.

Capaian ini melampaui target 2025 yang ditetapkan sebesar 25,55 juta tenaga kerja, menunjukkan peran sektor ekonomi kreatif sebagai sektor inklusif dalam penciptaan lapangan kerja. Adapun data PDB nasional 2025 akan diumumkan pada awal 2026.

Berdasarkan data Ekrafhub per 20 Oktober 2025, sebaran pelaku ekonomi kreatif di Indonesia didominasi oleh wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif. Jawa Barat mencatat porsi tertinggi sebesar 24,29 persen, disusul DKI Jakarta 16,08 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 9,87 persen, Jawa Tengah 8,90 persen, dan Jawa Timur 6,76 persen.

Baca juga : Belajar dari Baitul Hikmah: Awal Kebangkitan Baru

“Kami percaya keberhasilan ekonomi kreatif tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, media, komunitas, dan asosiasi kreatif. Kolaborasi ini menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing di kancah global,” jelas Riefky.

Kinerja ini menjadi bukti selama satu tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, sektor ekonomi kreatif tumbuh menjadi pilar strategis pembangunan nasional. Delapan klaster program Kementerian Ekraf atau Asta Ekraf terus menjadi acuan dalam memperkuat inovasi, memperluas jejaring global, serta memastikan ekonomi kreatif Indonesia menjadi the new engine of growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 6, edisi Selasa, 21 Oktober 2025 dengan judul "Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Industri Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.