RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan pembangunan Gedung Perkantoran Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Sidoarjo, Jawa Timur. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri alas kaki nasional, sekaligus memperluas inovasi dan layanan publik sektor industri kecil menengah (IKM).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung BPIPI dimulai sejak Agustus 2024 dan selesai pada September 2025, lebih cepat dari jadwal kontrak yang diperkirakan hingga 16 Agustus 2025.
“Alhamdulillah, proses pembangunan berjalan baik dan lancar tanpa kendala berarti. Gedung ini menjadi tonggak baru dalam upaya memperkuat peran BPIPI sebagai pusat pengembangan industri alas kaki nasional,” ujar Reni di sela acara peresmian di Sidoarjo, Selasa (4/11).
Baca juga : Menperin Resmikan BPIPI Sidoarjo: 95 Persen Dibangun Pakai Produk Dalam Negeri
Gedung baru BPIPI berdiri di atas lahan seluas 14.044 meter persegi dan kini tengah dalam proses memperoleh sertifikat laik fungsi (SLF) serta penilaian Gedung Bangunan Hijau (GBH) yang ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan.
Dalam proyek ini, Kemenperin juga menegaskan komitmen terhadap Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
“Kami mendorong pemakaian produk industri kecil seperti u-ditch beton, paving block, bata merah, dan genset bersertifikat TKDN-IK. Penyerapan produk dalam negeri mencapai 95 persen dengan total nilai TKDN sekitar 60 persen,” jelas Reni.
BPIPI sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kemenperin, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo). Didirikan pada tahun 2003 dengan nama Indonesia Footwear Service Center (IFSC), BPIPI terus berkembang sebagai lembaga penggerak transformasi industri alas kaki nasional.
Baca juga : Resmikan BPIPI Sidoarjo, Menperin Targetkan Ekspor Alas Kaki Makin Melesat
Sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan, BPIPI bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sidoarjo) telah menyelesaikan proses administrasi serah terima aset pinjam pakai gedung lama serta melanjutkan hibah peralatan perkantoran kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Reni menambahkan, BPIPI terus memperkuat kapasitasnya melalui predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan transformasi layanan publik. Hingga 2025, BPIPI telah memberikan pendampingan kepada lebih dari 13.000 SDM industri alas kaki, terdiri dari 3.608 pengusaha IKM dan 9.396 tenaga kerja terampil di berbagai sentra industri di Indonesia.
“Dengan gedung baru ini, kami semakin optimistis BPIPI akan memberikan inovasi layanan publik terbaik yang didukung enam layanan utama: pendampingan teknis IKM alas kaki, pendampingan sistem mutu, pengujian alas kaki, inkubator bisnis, Indonesia Footwear Network, serta sertifikasi profesi,” tutur Reni.
Baca juga : Setelah Golkar Dan NasDem, PSI Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Ia menegaskan, keenam layanan BPIPI merupakan bagian dari Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang digagas Menteri Perindustrian sebagai upaya memperkuat inovasi, kompetensi SDM, dan standarisasi produk alas kaki nasional.
Dalam rangkaian peresmian gedung baru, BPIPI juga menggelar berbagai kegiatan, seperti sosialisasi Kredit Industri Padat Karya (KIPK), pendampingan teknis pembuatan sandal, fit & wear test sepatu, coaching clinic interaktif, layanan cuci sepatu gratis, tur fasilitas BPIPI, serta penyerahan bantuan sepatu sekolah bagi siswa SDN Wilayut.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Menteri Perindustrian beserta seluruh pihak yang telah membantu proses pembangunan ini. Kami berharap kehadiran gedung baru BPIPI menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun industri alas kaki yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Reni menutup laporannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.