Dark/Light Mode

Menperin Resmikan BPIPI Sidoarjo: 95 Persen Dibangun Pakai Produk Dalam Negeri

Selasa, 4 November 2025 17:33 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan BPIPI Sidoarjo, Selasa (4/11/2025). (Foto: UMM/RM
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita saat meresmikan BPIPI Sidoarjo, Selasa (4/11/2025). (Foto: UMM/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Gedung Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (4/11/2025). Gedung baru ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat daya saing industri alas kaki nasional sekaligus mendorong penerapan prinsip industri hijau dan penggunaan produk dalam negeri.

“Pembangunan Gedung BPIPI di Kabupaten Sidoarjo ini menjadi langkah nyata kami dalam memajukan industri dalam negeri,” ujar Menperin Agus Gumiwang dalam sambutannya.

Agus menjelaskan, gedung baru BPIPI dirancang sebagai Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang menerapkan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui efisiensi energi, pengolahan limbah, peningkatan kualitas udara, serta optimalisasi pencahayaan alami.

Baca juga : Menteri PKP Targetkan BSPS Di Bogor Naik Dua Kali Lipat

“Diharapkan gedung ini dapat memberikan manfaat optimal dengan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, co-working space yang bersahabat, dan workshop yang nyaman. Dengan begitu, BPIPI dapat mendukung inovasi layanan publik dan meningkatkan kreativitas dalam pengembangan produk IKM alas kaki,” kata Agus.

Selain aspek ramah lingkungan, Menperin juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Ia menyebut pembangunan Gedung BPIPI telah menggunakan produk dalam negeri hingga 95 persen, dengan realisasi produk ber-TKDN mencapai 60 persen.

“Saya berharap semangat untuk melaksanakan peningkatan penggunaan produk dalam negeri secara konsisten juga dapat diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga lainnya,” tegasnya.

Baca juga : Menperin Rayu AGC Jadikan RI Basis Produksi Di Asia Tenggara

Lebih lanjut, Agus menuturkan bahwa pembangunan BPIPI sejalan dengan implementasi Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) — cetak biru industrialisasi Indonesia menuju 2045 yang berakar pada visi Presiden melalui ASTA CITA dan selaras dengan RPJPN 2025–2045.

“SBIN menempatkan industri sebagai tulang punggung perekonomian nasional, motor kemandirian, dan wahana untuk mencapai kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Menurut Agus, terdapat empat kerangka strategis untuk memperkuat industrialisasi, yakni industrialisasi berbasis sumber daya alam, pengembangan ekosistem industri, penguasaan teknologi, dan penerapan prinsip industri berkelanjutan. Keempatnya harus ditopang oleh faktor pendukung seperti bahan baku, logistik efisien, energi berkelanjutan, SDM kompeten, serta regulasi dan kebijakan TKDN yang adaptif.

Baca juga : UMKM Binaan BRI Batik Khas Tangerang Ini Perluas Pasar Hingga Luar Negeri

Dengan fasilitas baru ini, Menperin berharap BPIPI mampu berperan sebagai pusat inovasi dan pemberdayaan IKM alas kaki nasional.

“BPIPI harus mampu menjadi pemain kunci dalam pemberdayaan IKM alas kaki agar lebih kompetitif dan berdaya saing tinggi. Keberadaannya harus membantu para pelaku industri menghasilkan produk berkualitas, inovatif, dan berorientasi ekspor,” pungkas Agus.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.