RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 25 kepala daerah terpilih resmi menjalani Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan II Tahun 2025 di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Apel pembukaannya digelar di Gedung Trigatra, Jakarta, Rabu (5/11/2025). Acara dibuka langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily.
Dalam acara itu, para kepala daerah kompak berseragam loreng khas militer. Mengenakan topi dan sepatu lars. Mereka berbaris rapi. Hadir pula Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto dan Ketua Dewan Pembina Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Purnomo Yusgiantoro.
Sebagai tanda dimulainya kegiatan, Ace mengalungkan tanda pengenal kepada perwakilan pembina dan peserta KPPD Angkatan II. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi dimulainya rangkaian kursus pemantapan pimpinan daerah.
Baca juga : Kapolri Berikan Rasa Aman Ke Masyarakat
Dalam sambutannya, Ace mengatakan, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai nilai-nilai kebangsaan dan tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Kursus ini bagian dari peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala daerah agar mereka memiliki pemahaman yang utuh, holistik dan integral terkait empat konsensus kebangsaan, wawasan nusantara, kepemimpinan dan komunikasi,” kata Ace.
Ketua Umum Ikatan Alumni UIN (IKALUIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, program KPPD Angkatan II dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama digelar pada 4–8 November di Lemhannas RI dengan fokus pada penguatan tata kelola dan kepemimpinan strategis nasional.
Baca juga : Ketua Golkar Bengkulu: Ini Partai, Bukan Ormas
Tahap kedua dilaksanakan di Singapura pada 9–16 November melalui component study bersama The Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP). Tahap ketiga sekaligus penutupan akan digelar pada 17–18 November di BPSDM Kementerian Dalam Negeri.
“Khusus di Singapura, para kepala daerah akan belajar di National University of Singapore, tepatnya di Lee Kuan Yew School of Public Policy,” jelasnya.
Menurutnya, para peserta akan mengikuti sesi pembelajaran bersama para profesor dan tenaga ahli di kampus tersebut, serta melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah objek strategis yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar di Singapura.
Baca juga : Gerindra Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Mereka akan belajar di kampus bersama para profesor dan tenaga ahli, serta mengunjungi berbagai tempat strategis, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, transportasi umum, pengelolaan sampah dan sekolah-sekolah yang menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.