BREAKING NEWS
 

Perkuat Posisi Kopi Indonesia, Kementan Gandeng Pelaku Usaha Kopi Global

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 2 Desember 2025 19:42 WIB
Dirjen Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat. Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menggagas program kemitraan baru bertajuk TEKAD sebagai upaya meningkatkan produktivitas hasil panen kopi petani sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi petani.

Program Kemitraan TEKAD ini akan berfokus pada Tani, Ekspor, Kopi, Ajar, dan Dana. Plt Dirjen Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat menegaskan bahwa program kemitraan TEKAD ini merupakan langkah strategis Kementan untuk memberdayakan petani kopi kecil dengan meningkatkan produktivitas mereka, dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi kopi global.

"Melalui kerja sama ini, kita dapat mencapai peningkatan produktivitas yang membantu meningkatkan kesejahteraan petani kopi Indonesia," kata Roni Angkat dalam sambutannya saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Starbucks Coffee Company, di Gedung Kementan, Selasa (2/12/2025).

Adapun MoU ini menetapkan kerangka kerja kolaboratif untuk menyediakan edukasi dan sumber daya yang akan memberdayakan petani kopi Indonesia.

Baca juga : Mendagri Minta Pemda Gandeng Kadin untuk Perkuat Ekosistem Usaha di Daerah

Dalam hal ini Starbucks berkomitmen untuk mendanai empat program baru yang akan dijalankan hingga tahun 2027 di berbagai provinsi, termasuk Aceh, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan.

Pertama, mendistribusikan 1 juta bibit kopi berkualitas tinggi untuk peremajaan tanaman. Kedua, melatih 200 pelatih agronomi Indonesia untuk memperluas praktik kopi berkelanjutan.

Adsense

Ketiga, menghadirkan 20 set peralatan penggilingan kopi hemat air di wilayah-wilayah penghasil kopi di Indonesia. Dan keempat, program percontohan pengendalian hama yang ramah lingkungan.

"Keempat program baru ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani kopi dan hasil panen, mendukung peluang ekonomi petani, serta mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan," ujarnya.

Baca juga : Perkuat SDM Industri, Kemenperin Dukung Program Magang Nasional

Roni Angkat, menyambut baik kemitraan baru dengan Starbucks ini. Apalagi dia melihat perusahaan ternama dunia ini telah menunjukkan dedikasi berkelanjutan bagi petani Indonesia.

Dia yakin dengan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, kopi Indonesia akan tumbuh lebih tangguh, lebih bernilai, dan mampu membawa kesejahteraan lebih besar bagi jutaan keluarga petani di seluruh Nusantara.

"Kami berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi petani kopi, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan perkebunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Di tempat yang sama, Presiden Starbucks Asia Pasifik Chanda Beppu menegaskan Starbucks sebagai pembeli kopi arabika premium Indonesia terbesar, berkomitmen kuat untuk mendukung para petani di balik berbagai campuran (blend) kopi dan kopi single-origin yang telah hadir di lebih dari 80 negara dunia.

Baca juga : Perluas Akses Pasar Ke Brunei, Ingrid Dorong UMKM Go Global

"Setelah lebih dari lima dekade membeli kopi arabika yang dihasilkan di kepulauan tercinta ini, MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang kami dengan komunitas petani kopi Indonesia," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense