RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menginformasikan, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa 7,5 skala Richter (SR) Jepang. Seperti diketahui, gempa yang mengguncang wilayah timur laut Jepang di lepas pantai Prefektur Aomori pada Senin (8/12/2025) pukul 23.15 waktu setempat, telah mengakibatkan sedikitnya 34 orang mengalami luka-luka.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengingatkan, gempa ini dapat memicu gempa berkekuatan serupa atau bahkan lebih besar dalam beberapa hari mendatang.
Baca juga : Bareng Kementan, SNJ Gerak Cepat Bantu Korban Bencana Di Sumatera
"Di Prefektur Aomori, terdapat sekitar 969 WNI. Hingga Selasa, 9 Desember 2025 pukul 08.30 JST, tidak ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut," ungkap Kemlu RI dalam pernyataannya, Selasa (9/12/2025).
KBRI Tokyo mengimbau para WNI di Jepang untuk terus memantau perkembangan situasi, serta mengikuti instruksi dari otoritas resmi Jepang. WNI juga diingatkan untuk memahami rute evakuasi, menyiapkan tas darurat, serta memastikan dokumen penting dan ketersediaan uang tunai jika perlu. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Tokyo di nomor +81-80-3506-8612 atau +81-80-4940-7419.
Baca juga : IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu
"KBRI Tokyo terus memonitor situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan seluruh WNI di Jepang," pungkas Kemlu RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.