BREAKING NEWS
 

Kembali Lobi Tarif Dagang, Airlangga Cs Ke AS Pekan Depan

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 13 Desember 2025 07:20 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pekan depan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan tim akan terbang lagi ke Amerika Serikat (AS) untuk melobi penurunan tarif dagang. 

Airlangga menegaskan, penurunan tarif resiprokal AS terhadap produk Indonesia, dari 32 persen menjadi 19 persen, tidak batal alias tetap berlaku. Namun, Indonesia terus mengupayakan agar tarif tersebut tidak diterapkan pada seluruh jenis komoditas ekspor. 

“Tim akan berangkat minggu depan. Saya ikut berangkat juga, dan akan memfinalisasi sesuai dengan joint statement yang tertanggal 22 Juli 2025,” ujar Air langga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (12/12/2025). 

Airlangga menyebut, perundingan berlangsung positif dan mengedepankan kepentingan bersama. Ia mengatakan, AS menghargai posisi Indonesia. Komunikasi intensif juga dilakukan langsung dengan United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer. 

Baca juga : NasDem Jabar Bakal Bentuk Enam Ribu DPRt Tingkat Desa

Dirinya menilai perjanjian dagang Indonesia-AS merupakan contoh kemitraan yang baik, lantaran Indonesia termasuk negara yang lebih awal mencapai kesepakatan dengan Washington. 

Airlangga juga memastikan hasil pertemuan dengan Greer telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo meminta agar negosiasi bisa dituntaskan pada akhir 2025. 

"Tadi Bapak Presiden minta supaya kita selesaikan, dan ini tentu mengedepankan kepentingan bersama bagi kedua negara, Indonesia dan Amerika Serikat," kata Airlangga saat ditemui terpisah di BEI, Jakarta, Jumat (12/12/2025). 

Adsense

AS sendiri telah menerapkan tarif resiprokal 19 persen sejak 7 Agustus 2025. Indonesia tetap mendorong pengecualian tarif pada sejumlah produk karena AS merupakan mitra dagang utama. Dalam proposal negosiasi, Indonesia turut mengajukan beberapa penawaran. Antara lain terkait tarif, hambatan non-tarif, investasi, hingga pembelian produk dari AS. 

Baca juga : Gerindra Dorong Mitigasi Bencana Jadi Perhatian

Airlangga menambahkan, pembahasan antara Prabowo dan Presiden Donald Trump telah tuntas dan hasilnya akan mengacu pada pernyataan bersama (joint statement) yang telah disepakati. Meski kesepakatan itu belum dituangkan melalui penandatanganan perjanjian resmi, Airlangga menegaskan tidak ada kendala berarti karena seluruh substansi utama sudah disepakati pada level pemimpin. 

“Non-tarif barrier tinggal ditulis saja. Semua sudah selesai antara Pak Presiden Prabowo dan Presiden Trump sudah selesai, itu sudah menjadi bagian dari joint statement kemarin,” tandas Airlangga. 

Sebelumnya, laporan media asing Financial Times berjudul ‘US-Indonesia trade deal at risk of collapse’ memberitakan kesepakatan dagang Indonesia-AS terancam gagal. AS disebut menilai Indonesia belum memenuhi komitmen terkait penghapusan hambatan non-tarif pada ekspor industri dan pertanian AS, serta isu perdagangan digital. 

Hingga kini, Gedung Putih maupun USTR belum memberi tanggapan. Menteri Perdagangan AS Jamieson Greer juga menolak berkomentar. 

Baca juga : Pemerasan Izin RPTKA, 8 Eks Pejabat Kemnaker Kantongi Rp 135,2 Miliar

Namun, Greer sebelumnya menyatakan bakal berdiskusi dengan pejabat Indonesia mengenai kemajuan perundingan. “Saya pikir hal tersebut sesuai dengan kepentingan mereka, begitu pula dengan kami,” ujar Greer. 

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga membantah negosiasi tarif dengan AS terancam batal. Ia menegaskan pembahasan tarif dagang terus dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian. 

“Jadi nanti Kemenko Perekonomian akan ngajak duduk bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, termasuk ESDM,” kata di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/12/2025). 

Dia juga memastikan kesepakatan untuk mengimpor minyak mentah dan BBM dari AS tetap berjalan. “Kami dari ESDM itu tetap. Apa yang sudah dikomitmenkan untuk kami impor dari AS,” tukasnya. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense