BREAKING NEWS
 

Pasarnya Besar, Kemenperin Pacu IKM Garap Bisnis Haji-Umrah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 17 Desember 2025 10:28 WIB
Foto: DIT/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meyakini industri kecil dan menengah (IKM) dalam negeri memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Untuk itu, Kemenperin berupaya membangun kolaborasi dan sinergi dengan Kementerian Haji, perusahaan travel, serta bank penerima setoran haji dan umrah guna meningkatkan peran IKM nasional dalam ekosistem ibadah tersebut.

“Indonesia merupakan kontributor terbesar ibadah haji di dunia, sekitar 10 persen, serta penyumbang jemaah umrah yang terus meningkat,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita saat membuka Business Matching Sektor IKM Pangan dan Barang Gunaan dengan HIPPINDO dan Ekosistem Haji dan Umrah di Jakarta, Rabu (17/12).

Reni menyampaikan Kemenperin membuka akses bagi pelaku IKM untuk masuk ke pasar kebutuhan haji dan umrah, mulai dari makanan dan minuman halal, obat-obatan dan kosmetik, perlengkapan ibadah, busana muslim dan modest fashion, koper dan tas perjalanan, hingga perlengkapan hotel.

Baca juga : Pasca Banjir Sumut, Menteri PU Sebut Jalan Lintas Timur Sudah Bisa Dilalui

Menurut dia, penguatan kemitraan antara IKM dengan ritel, restoran, kafe, travel haji dan umrah, bank penerima setoran, serta agregator merupakan amanat regulasi nasional untuk menciptakan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kemitraan bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan kewajiban bersama agar usaha kecil, menengah, dan besar dapat tumbuh dalam satu rantai nilai,” ujar Reni.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenperin melibatkan lebih dari 45 pelaku IKM yang terdiri dari IKM pangan, batik, kain ihram, mukena, alas kaki, serta kosmetik dan kimia untuk mengikuti temu bisnis dengan ekosistem haji dan umrah.

Adsense

Reni memaparkan Indonesia memiliki populasi muslim sebesar 244,4 juta jiwa berdasarkan data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri tahun 2024. Kondisi tersebut mencerminkan potensi ekonomi yang besar, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Baca juga : Menperin Pacu Ekspor Bus Ke Arab Untuk Layani Jemaah Haji-Umrah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memberangkatkan lebih dari 200 ribu jemaah haji per tahun, dengan kuota tertinggi sepanjang sejarah pada 2024 mencapai 241 ribu jemaah. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 11,5 persen dari total 1,8 juta jemaah haji dunia.

Selain itu, jumlah jemaah umrah juga terus meningkat, dari sekitar 1 juta jemaah pada 2022 menjadi 1,4 juta jemaah pada 2024. Arus pergerakan jemaah ini membentuk ekosistem haji dan umrah yang membuka peluang besar bagi industri nasional.

“Kebutuhan pangan halal, produk kesehatan, kosmetik, perlengkapan ibadah, dan modest fashion menjadi sangat penting untuk mendukung kelancaran ibadah,” kata Reni.

Ia menambahkan kinerja industri pengolahan nonmigas (IPNM) tumbuh 5,58 persen dan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sub sektor industri pangan menyumbang 37,87 persen nilai tambah IPNM, sementara tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki berkontribusi 6,78 persen terhadap PDB IPNM pada triwulan III 2025.

Baca juga : PGN Edukasi Warga Tarakan Soal Keamanan Pakai Gas Bumi

Berdasarkan data BPS, industri kecil tekstil dan alas kaki pada 2024 mencapai 886 ribu unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja 1,8 juta orang. Adapun industri menengah tekstil dan alas kaki mencapai sekitar 2.900 unit usaha dengan tenaga kerja lebih dari 100 ribu orang.

Sementara itu, sektor farmasi dan kosmetik juga dinilai memiliki potensi besar. Data BPOM dan PERKOSMI mencatat jumlah pelaku usaha kosmetik nasional pada 2025 meningkat 16 persen menjadi 1.292 pelaku usaha, dengan sekitar 87 persen di antaranya merupakan IKM.

“Hal ini menunjukkan industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk masuk dan berkembang dalam ekosistem haji dan umrah guna mendukung kenyamanan serta kelancaran perjalanan ibadah jemaah,” ujar Reni.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense