BREAKING NEWS
 

Lindungi Petani Dan Ekosistem Pertanian

Mentan Tegas, Lawan Praktik Pangan Ilegal

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 11 Januari 2026 06:55 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya memberantas praktik impor pangan ilegal yang merugikan petani dan mengancam keberlanjutan ekosistem pertanian nasional.

Salah satu komoditas yang disorot adalah bawang bombai selundupan dan berpotensi membawa penyakit berbahaya.

Penegasan itu disampaikan Amran saat turun langsung ke Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026), untuk mengecek ribuan karung bawang bombai ilegal yang diduga masuk ke Indonesia tanpa dokumen perizinan.

Baca juga : DPP Keluarkan SK Kepengurusan, Gonjang Ganjing Golkar Jambi Sudah Berakhir

Dalam pemeriksaan di lapangan, Amran mengatakan, bawang bombai tersebut tidak memiliki izin resmi, tidak membayar kewajiban pajak, dan berpotensi membawa bakteri berbahaya yang dapat merusak pertanian nasional.

“Pajak-pajaknya tidak masuk. Barangnya diselundupkan, lalu merusak ekosistem kita karena membawa bakteri dan penyakit. Kami minta Polisi Militer mendampingi, Kapolres turun, diusut dan dibongkar sampai ke akar-akarnya. Harus diberi efek jera,” tegasnya.

Menurutnya, jumlah barang bukti yang diamankan mencapai 6.172 karung bawang bombai dengan total berat sekitar 133,5 ton. Namun, dalam sektor pertanian, besaran volume bukan satu-satunya indikator tingkat bahaya.

Baca juga : Harga Minyak, Inflasi Dan Nilai Rupiah Stabil

“Bukan soal tonnya. Satu ton dengan seribu ton sama bahayanya kalau membawa penyakit. Satu kilo dengan satu juta kilo sama dampaknya besar karena menyangkut psikologi dan semangat petani,” ujarnya.

Dia menilai, praktik impor ilegal pangan merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan produksi nasional dan kesejahteraan petani. Dia menegaskan, Indonesia memiliki sekitar 160 juta petani serta 4–5 juta peternak yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir oknum.

“Masa mau mengorbankan 100 juta orang hanya karena 10 atau 20 orang? Ini tidak benar. Tidak boleh ada ampun,” katanya.

Adsense

Baca juga : Rumuskan Empat Isu Strategis, GKSR Bukan Koalisi Hanya Kerja Sama Saja

Dia juga mengingatkan, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada beras dan tengah memperkuat produksi pangan strategis lainnya. Masuknya pangan ilegal, meski dalam jumlah kecil, dapat menimbulkan dampak psikologis besar bagi petani, menurunkan motivasi produksi, serta membuka kembali ketergantungan terhadap impor.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense