BREAKING NEWS
 

Yusril Tepis Isu Anti-Demokrasi

RUU Propaganda Asing Tidak Bungkam Kritik

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Kamis, 22 Januari 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra. Foto: Dok. kumham-imipas

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan, rencana penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing bukanlah upaya membatasi kebebasan berpendapat.

Sebaliknya, RUU tersebut disiapkan untuk memperkuat ketahanan nasional dari serangan propaganda sistematis yang berasal dari luar negeri dan merugikan kepentingan strategis Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, hingga kini Indonesia belum memiliki payung hukum yang memadai untuk menghadapi propaganda asing yang terus-menerus menyerang citra bangsa, perekonomian, dan persatuan nasional.

Baca juga : Uang 2,6 Miliar Diikat Karet, Disimpan Di Dalam Karung

“Propaganda itu bukan hanya dilakukan institusi resmi negara lain, seperti badan intelijen atau kekuatan militer asing, tetapi juga oleh pihak swasta hingga platform media sosial yang berpangkalan di luar negeri,” ujar Yusril di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, propaganda asing kerap menyasar kepentingan strategis Indonesia, termasuk produk unggulan nasional serta identitas dan mental bangsa.

Dia mencontohkan, berbagai komoditas Indonesia seperti kelapa sawit, minyak kelapa, hasil perikanan, dan produk pertanian, sering menjadi sasaran kampanye hitam di pasar global.

Baca juga : OSO Ajak Kader Kolaborasi Demi Pembangunan Daerah

Menurutnya, serangan ini berkaitan dengan kepentingan negara-negara lain menjual produk mereka sendiri, seperti minyak biji bunga matahari, minyak kedelai, atau minyak jagung.

“Padahal, jika dibandingkan dengan minyak kelapa kita, baik dari sisi kemampuan produksi maupun harga, produk mereka sebenarnya sulit bersaing,” jelasnya.

Adsense

Mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengingatkan, propaganda asing juga kerap dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat melalui isu etnis, ras, dan identitas. Dampaknya, rasa percaya diri bangsa dapat terkikis.

Baca juga : Gerindra Masih Belum Tentukan Ambang Batas

“Propaganda itu menanamkan mental inferior, membuat kita meremehkan bangsa sendiri dan justru mengagungkan produk asing. Ini berbahaya bagi masa depan industri nasional,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense