BREAKING NEWS
 

Indonesia Gabung Board of Peace, Menlu: Ini Konkret Dukung Kemerdekaan Palestina

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 23 Januari 2026 09:44 WIB
Menlu RI Sugiono (Foto: IG @menluri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan tanggapannya soal bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sugiono menyebut upaya konkret mendukung penyelesaian konflik Gaza dan kemerdekaan Palestina, sebagai alasan kuat bergabung dengan badan internasional tersebut. 

Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara peresmian dan penandatanganan piagam pembentukan Board of Peace di Davos, Swiss pada Kamis (22/1/2026), atas undangan Trump. 

"Acara ini merupakan satu langkah konkret terkait penyelesaian masalah dan konflik di Gaza pada khususnya, dan Palestina pada umumnya," kata Sugiono melalui akun Instagram @menluri, Kamis (22/1/2026) malam.

Sugiono menjelaskan, Trump telah menyampaikan proposal perdamaian sejak pelaksanaan Majelis Sidang Umum PBB di New York pada tahun 2025. Proposal itu kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah pertemuan di Sheikh Mesir, yang membicarakan pembentukan Board of Peace.

Baca juga : KNPI Dukung Presiden Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Palestina

Menurutnya, pembentukan Board of Peace juga didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803.

"Dan hari ini, secara konkret, Board of Peace telah lahir sebagai sebuah badan internasional," ujar Sugiono.

Adsense

Sugiono memaparkan, Board of Peace berfungsi untuk mengawasi administrasi dan stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza. Tugas-tugas tersebut akan dijalankan secara bertahap.

Di samping itu, Board of Peace juga merupakan satu badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina, yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat yang akan melakukan fungsi-fungsi administrasi di Gaza.

Baca juga : Kemlu: Keikutsertaan RI Di Board of Peace Murni Untuk Kemanusiaan

"Partisipasi di Indonesia di Board of Peace, merupakan wujud langkah strategis konstruktif dan juga konkret, dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina. Dalam waktu dekat ini, Board of Peace juga akan menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza," papar Sugiono.

Sugiono menambahkan, satu minggu setelah pembentukan Board of Peace, perbatasan Rafah akan segera dibuka untuk jalur bantuan kemanusiaan. Selain itu, juga akan dibentuk semacam International Stabilization Force. Ini merupakan satu bagian dari proses yang dilakukan dalam rangka mencapai perdamaian di Gaza.

"Sekali lagi, bagi kita, solusi dua negara yang real itu harus terjadi. Kemerdekaan Palestina serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina, merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan," tegas Sugiono.

"Board of Peace merupakan satu alternatif yang konkret saat ini, yang bisa kita harapkan untuk mencapai keinginan tersebut," imbuhnya.

Baca juga : Indonesia–Jepang Perkuat Sistem Peradilan Untuk Iklim Bisnis Kondusif

Sugiono berpendapat, keberadaan Indonesia di dalam jajaran Board of Peace merupakan satu bentuk pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia. Juga terhadap posisi Indonesia serta pandangan-pandangan negara terhadap perdamaian dunia pada umumnya, dan perdamaian di kawasan tersebut pada khususnya.

"Concern kita semua adalah bahwa piagam serta pembentukan Board of Peace ini adalah sesuatu yang fokus utamanya merupakan cara mencapai kemerdekaan dan perdamaian di Palestina," tandas Sugiono. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense