BREAKING NEWS
 

Tak Cukup Urus Upah

Menaker: Serikat Pekerja BUMN Juga Harus Jaga Keberlanjutan Perusahaan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 30 Januari 2026 13:04 WIB
Foto: Kemnaker.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta serikat pekerja di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya berfokus pada isu upah dan kesejahteraan, tetapi juga berperan aktif menjaga keberlanjutan perusahaan.

Menurutnya, keberlangsungan bisnis BUMN menjadi kunci masa depan jutaan pekerja sekaligus penciptaan lapangan kerja nasional.

“Kalau perusahaan tidak berkelanjutan, kesejahteraan tidak akan pernah aman. Serikat pekerja harus ikut menjaga agar bisnis tetap hidup,” kata Yassierli saat membuka Kongres Luar Biasa (KLB) Konfederasi Serikat Pekerja (KSP) BUMN 2026 di Yogyakarta, Kamis (29/1/2026).

Yassierli menilai, tantangan yang dihadapi BUMN ke depan semakin kompleks. Disrupsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta transisi menuju industri hijau berpotensi mengubah struktur pekerjaan secara besar-besaran apabila tidak dikelola dengan baik.

Baca juga : Askrindo Edukasi Ribuan Pelajar Jaga Ketahanan Pangan & Keberlanjutan Lingkungan

“Perubahan ini tidak bisa dihindari. Namun jika salah kelola, pekerja akan menjadi pihak yang paling terdampak,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong serikat pekerja untuk mengambil peran yang lebih strategis sebagai mitra dialog dalam proses transformasi perusahaan. Peran tersebut dinilai penting agar perubahan berjalan adil dan tidak mengorbankan pekerja.

Adsense

“Transformasi harus adil. Jangan sampai perusahaan berubah, tetapi pekerjanya tertinggal,” tegas Yassierli.

Sebagai langkah konkret, Yassierli menyebut serikat pekerja dapat berkontribusi dengan memiliki sertifikat ahli produktivitas yang selaras dengan Gerakan Produktivitas Nasional (GPN) yang tengah dibangun Kementerian Ketenagakerjaan.

Baca juga : PGN SAKA Seimbangkan Target Bisnis dan Keberlanjutan Usaha

Ia mengungkapkan, pada tahun lalu Kemnaker telah mensertifikasi sekitar 700 ahli produktivitas.

“Kami ingin teman-teman memiliki sertifikat sebagai ahli produktivitas, sehingga mampu memahami persoalan perusahaan, mengusulkan program, dan menjadi champion di perusahaan masing-masing,” tuturnya.

Yassierli juga mengaitkan peran strategis BUMN dengan kondisi pengangguran nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Agustus 2025 jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,46 juta orang.

Menurutnya, BUMN yang tidak tumbuh dan berkelanjutan berpotensi memperparah persoalan tersebut.

Baca juga : Heru Tjahjono: UMP 2026 Harus Jaga Daya Beli dan Keberlanjutan Usaha

“Sebaliknya, BUMN yang kuat dan bertumbuh bisa menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden KSP BUMN Ahmad Irfan Nasution menyatakan pekerja BUMN siap menjawab tantangan tersebut agar BUMN mampu menjadi pemain utama di dalam negeri sekaligus bersaing di pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense