RM.id Rakyat Merdeka - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) serius menggarap pasar wisata medis. Rumah sakit rujukan nasional ini resmi menjalin kerja sama dengan Hotel Aryaduta Menteng untuk mengintegrasikan layanan kesehatan unggulan dengan fasilitas akomodasi dan transportasi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Direktur Utama RSCM, dr. Supriyanto, Sp.B, menegaskan, pengembangan wisata medis tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Syarat utamanya, layanan medis harus kuat, lengkap dan paripurna. Menurut dia, RSCM sudah berada di titik itu.
Baca juga : Infrastruktur Dan Layanan Publik Berangsur Normal
RSCM yang tahun ini berusia 106 tahun memiliki semua layanan medis unggulan yang dicari di luar negeri. Bahkan, banyak dokter dari Malaysia dan Singapura justru belajar di RSCM.
“Semua layanan medis sudah ada di RSCM, mulai dari transplantasi hingga tindakan minimal invasif. Biayanya jauh lebih kompetitif,” kata Supriyanto, saat memberikan sambutan.
Supriyanto mengatakan, dari sisi layanan kesehatan, RSCM telah banyak berbenah. Salah satunya melalui penataan alur layanan yang lebih terkanalisasi. Sehingga antrean tidak lagi menumpuk dan pelayanan menjadi lebih tertib serta manusiawi.
Baca juga : Usut Kasus Pemerasan RPTKA, KPK Panggil Eks Menaker
Dia memastikan, pasien wisata medis akan mendapat perlakuan khusus. “Wisata medis ini akan kami sambut dengan karpet merah,” cetusnya.
Dari sisi pariwisata, Supriyanto juga menilai Jakarta sudah sangat layak jadi tempat wisata. Fasilitas kota, pusat belanja, hingga akomodasi tidak kalah dibandingkan kota-kota di luar negeri.
“Jakarta kota yang indah. Kalau bicara fasilitas, kita tidak kalah,” katanya.
Baca juga : Lantik DPD Dan DPC Secara Serentak, Hanura Sulteng Siap Hadapi Kontestasi
Mantan Direktur Utama RSUD dr. Iskak Tulungagung ini mengatakan, dengan kolaborasi ini RSCM menawarkan berbagai layanan medis unggulan. Seluruh layanan ditangani langsung oleh dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman, didukung teknologi medis mutakhir serta standar keselamatan internasional.
Dia mengungkapkan, Indonesia selama ini kehilangan devisa sekitar Rp 200 triliun per tahun. Kebocoran itu terjadi karena masyarakat memilih berobat ke luar negeri, terutama ke Malaysia dan Singapura.
Dengan layanan wisata medis ini, Supriyanto menargetkan kebocoran tersebut bisa ditekan minimal 10 persen. Menurutnya, capaian itu sudah sangat luar biasa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.