RM.id Rakyat Merdeka - Peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah terpencil ditargetkan mampu menangani mayoritas kasus penyakit tanpa harus dirujuk ke kota besar. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, dengan kehadiran RSUD tipe madya, sekitar 80 persen penyakit masyarakat dapat ditangani langsung di daerah.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menegaskan program ini bukan sekadar memperbesar puskesmas, melainkan membangun rumah sakit dengan standar pelayanan setara rumah sakit tipe C.
“Ini benar-benar rumah sakit kita, bukan bangun puskesmas besar,” papar Azhar, saat mendampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam kegiatan Update Capaian dan Rencana Peningkatan Kualitas dan Kapasitas RS PHTC, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).
Baca juga : Kemenag Terus Upayakan Guru Madrasah Swasta Bisa Diangkat Jadi PPPK
Azhar menjelaskan, RSUD yang naik kelas tersebut akan sangat membantu masyarakat karena mampu memberikan layanan penyakit prioritas. Penyakit itu meliputi penyakit kardiovaskular, stroke, kanker, tuberkulosis, maternal neonatal, diabetes melitus, penyakit uro-nefrologi, gastrohepatologi, serta penyakit infeksi emerging.
“Kita harapkan dengan membangun rumah sakit madya ini maka 80 persen penyakit yang ada di masyarakat, termasuk untuk jantung, stroke, kemudian kanker, urologi, ibu dan anak, itu bisa diselesaikan di RS ini,” jelasnya.
Dengan kemampuan tersebut, masyarakat tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit rujukan luar daerah.
Baca juga : OTT, KPK Amankan Eks Direktur Penyidikan dan Penindakan Bea Cukai di Lampung
“Jadi enggak perlu lagi dirujuk-rujuk ke Makassar misalnya yang terdekat di timur. Atau enggak perlu lagi dirujuk ke Pulau Jawa dan sebagainya. Semua bisa diselesaikan di rumah sakit ini,” ungkap Azhar.
Ia juga memaparkan sejumlah RSUD yang telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Di antaranya RSUD Bengkulu Tengah, RSUD Pontiko di Kabupaten Toraja Utara, serta RSUD Tarempa di Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
“RSUD Anambas ini salah satu yang terbaik pemandangannya di pinggir pantai, pasien bisa melihat laut, paling bagus. RSUD Tarempa Kepulauan Anambas sudah jadi juga,” tuturnya.
Baca juga : Mafia Minyak Ditekuk, Satu Juta Barel Crude Bisa Dibawa Pulang
Menurut Azhar, progres tersebut menjadi bukti pemerintah tidak sekadar berjanji, tetapi benar-benar merealisasikan pembangunan layanan kesehatan di daerah.
Kementerian Kesehatan mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 66 rumah sakit di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.