Sebelumnya
Zulhas mengatakan, MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian distribusi.
“Pemerintah juga akan membangun Command Center MBG untuk memperkuat pengawasan dan memastikan program berjalan tepat sasaran, aman dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Baca juga : Korupsi Jasa Outsourcing, Bupati Pekalongan Diduga Pakai Perusahaan Keluarga
Dia menegaskan, MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi strategi besar membangun Sumber Daya Manusia (SDM), sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat melalui pelibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa.
“Pemerintah berkomitmen memastikan program MBG berjalan tepat sasaran, aman dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Baca juga : Gibran Dorong Pelajar Kuasai Teknologi Dan AI
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, MBG merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM, sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Dari segi infrastruktur, Jawa Tengah memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang terdiri atas 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri.
Baca juga : Golkar Sumbar Optimis Perkuat Struktur Hingga Pelosok Desa
Seluruh kabupaten atau kota di provinsi ini juga telah memiliki Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas (Satgas) MBG. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 5 Maret 2026 dengan judul "Zulhas Pimpin Rakor Di Jawa Tengah, Pemerintah Perkuat Implementasi MBG"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.