BREAKING NEWS
 

3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon

Indonesia Minta Dewan Keamanan PBB Usut Tuntas Seluruh Insiden UNIFIL

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 4 April 2026 20:58 WIB
Ilustrasi bendera Merah Putih (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas ledakan yang terjadi pada 3 April 2026 di El Addaiseh, Lebanon selatan, yang melukai tiga personel peacekeepers Indonesia yang bertugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Hal ini merupakan insiden serius ketiga yang melibatkan peacekeepers Indonesia di UNIFIL, dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan pada Sabtu (4/4/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan, insiden yang terjadi berulang kali seperti ini tidak dapat diterima.

Baca juga : Prajurit TNI Gugur di Lebanon, KNPI Desak PBB Tindak Tegas Israel

"Terlepas dari apa pun penyebabnya, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB di tengah situasi konflik yang semakin berbahaya," demikian bunyi pernyataan tersebut. 

Adsense

Menindaklanjuti hal itu, Indonesia kembali meminta agar Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL. Indonesia mendesak untuk segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan untuk UNIFIL, dalam upaya melakukan review dan mengambil tindakan penguatan perlindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL.

"Indonesia juga kembali menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan," papar Kemlu RI.

Baca juga : Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp 1,8 M dari Pemerintah dan PBB

Insiden ini terjadi di tengah serangan Israel ke Lebanon. Operasi militer Israel yang terus berlanjut di Lebanon selatan, termasuk pernyataan untuk mempertahankan keberadaan Israel, beresiko mendestabilisasi situasi dan terus membahayakan personel pasukan perdamaian PBB.

Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

"Indonesia mendoakan pemulihan yang cepat bagi para personel yang terluka dan menyampaikan solidaritas kepada para personel beserta keluarganya," pungkas pernyataan tersebut. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense