BREAKING NEWS
 

Perputaran Uang Program MBG Ke Sektor Pertanian Capai Rp 600 M Per Hari

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 16 April 2026 19:59 WIB
Aktivitas pekerjaan memilah sayuran hidroponik yang ditanam di halaman SPPG Palmerah, Jakarta. (Foto: Dwi Pambudi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak ekonomi signifikan bagi sektor pertanian, dengan perputaran uang mencapai Rp 600 miliar per hari kepada petani, peternak, dan pembudidaya ikan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, mengatakan total perputaran dana dari aktivitas program MBG mencapai sekitar Rp 1 triliun per hari, di mana sekitar 60 persen di antaranya terserap untuk kebutuhan pangan.

“Setiap ada aktivitas MBG, perputaran uang sekitar Rp 1 triliun per hari, dan Rp 600 miliar di antaranya untuk sektor pangan. Artinya, ada perputaran ekonomi di petani, peternak, dan pembudidaya ikan,” ujar Suwandi dalam diskusi “Satu Tahun Perjalanan MBG dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat” di Jakarta, Kamis (16/4/2/2026).

Menurut dia, program MBG turut menggerakkan perekonomian di pedesaan karena meningkatnya permintaan terhadap berbagai komoditas pertanian.

Baca juga : Program MBG Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja, Jangkau 62,35 Juta Penerima

Ia memaparkan, kebutuhan beras untuk program MBG pada 2025 mencapai 360 ribu ton dengan nilai sekitar Rp 5,16 triliun. Seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebutuhan beras pada 2026 meningkat menjadi 1,99 juta ton dengan nilai sekitar Rp 30,6 triliun.

“Kebutuhan beras ini sangat besar dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Adsense

Selain beras, kebutuhan komoditas lain juga meningkat. Kebutuhan telur ayam pada 2026 diperkirakan mencapai 1,37 juta ton senilai Rp 4,45 triliun. Sementara kebutuhan daging ayam mencapai 990 ribu ton dengan nilai sekitar Rp 41 triliun.

Adapun kebutuhan sayuran untuk program MBG diproyeksikan mencapai 2,48 juta ton dengan nilai Rp 9,92 triliun, serta buah-buahan sebesar 2,5 juta ton dengan nilai Rp 22,5 triliun.

Baca juga : SPPG Ber-SLHS Naik Tajam, Pemerintah Targetkan Rampung Agustus

Suwandi menilai, besarnya kebutuhan tersebut menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pangan.

Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 125,45 pada Februari 2026, tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

“NTP sektor pertanian mencapai 125 poin, ini tertinggi dalam 35 tahun terakhir. Artinya, kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan tersebut juga berdampak pada penurunan kesenjangan ekonomi di pedesaan. Data BPS menunjukkan rasio gini pada September 2025 berada di level 0,295, yang menjadi salah satu yang terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga : Survei Menunjukkan, 65,4% Masyarakat Dukung Program MBG

“Ini menunjukkan kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin semakin menyempit,” kata Suwandi.

Kementan menilai, program MBG tidak hanya berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense