RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan update lanjutan terkait kondisi terkini peristiwa tabrakan KA Commuterline rute Kampung Bandan-Cikarang (PLB 5568A) dan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasar Turi (PLB 4B) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Update tersebut disampaikan Menhub dan Dirut KAI langsung dari tempat kejadian pada pukul 01.30 WIB. Berikut rincian poin-poin yang disampaikan Menhub dan Dirut KAI, seperti dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (28/4/2026):
Baca juga : KRL Angke-Tambun dan Manggarai-Cikarang Cuma Sampai Stasiun Bekasi
1. Per jam 1 ini, korban meninggal dunia ada 4, kemudian yang kita evakuasi didalam kereta itu ada 71 orang.
"Tentunya, kita akan melakukan perawatan yang sangat optimal untuk para penumpang yang menjadi korban dan mengalami luka-luka," demikian bunyi keterangan tersebut.
Baca juga : Tragedi KA di Bekasi Timur, 7 Penumpang Meninggal Dunia
2. Kami melakukan proses evakuasi sekuat tenaga pada saat ini seperti yang kita lihat masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta.
3. "Perlu disampaikan juga, kejadian ini terjadi pada jam 9 kurang, yang diawali dengan adanya temperan taksi Green SM (hijau) itu di JPL 85. Sehingga, kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini terganggu," jelas keterangan tersebut.
Baca juga : Pramono Klaim Jumat ASN WFH Efektif Kurangi Kemacetan, Ini Penjelasannya
4. Untuk kronologi kejadian, Menhub dan Dirut KAI menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab musibah kecelakaan kereta tersebut.
5. Di dalam kereta, ada sekitar 6-7 orang yang masih terjebak. "Bagian dari Kereta Anggrek sudah dilakukan pemotongan rangkaian dan sudah ditarik mundur," pungkas keterangan tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.