BREAKING NEWS
 

Arah & Kebijakan Baru di Badan Gizi Nasional

Tata Kelola MBG Diperbaiki, Anggaran Efektif & Efisien

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 7 Juni 2026 08:59 WIB
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN berkomitmen menetapkan arah dan kebijakan baru yang berfokus pada perbaikan tata kelola program dan anggaran agar berjalan efektif dan efisien. 

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang ingin agar setiap anggaran MBG yang digunakan mampu menghasilkan dampak optimal bagi penerimanya. 

“Fokus kami saat ini adalah memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Kami melakukan penataan pelaksanaan program agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan,” kata Nanik, di Kantor BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Nanik berjanji akan melakukan penataan ulang berbagai aspek pelaksanaan program. Langkah yang dilakukan meliputi refocusing penerima manfaat agar intervensi gizi lebih terarah. Termasuk optimalisasi dapur yang telah beroperasi agar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

BGN juga memperkuat pembinaan dan standardisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya untuk memastikan seluruh dapur memenuhi standard keamanan pangan. BGN ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar gizi dan keamanan yang baik.

Baca juga : Dari Lapangan Hijau Ke Diplomasi

“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” paparnya. 

Nanik menambahkan, penataan pelaksanaan program juga dilakukan untuk menjawab tantangan pemerataan layanan di berbagai daerah. Saat ini, dapur MBG konsentrasi tinggi di wilayah aglomerasi. Sementara, sejumlah daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) masih membutuhkan penguatan layanan.

“Karena itu, kami melakukan penataan agar pemerataan manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia,” jelasnya.

Adsense

BGN tengah menyiapkan berbagai skema implementasi MBG yang lebih adaptif di wilayah 3T. Misalnya, mengoptimalkan kantin sekolah, dapur umum, maupun fasilitas komunitas yang memenuhi persyaratan operasional program.

BGN juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca juga : Pesan Keras Prabowo ke Pejabat: Jangan Main-main dengan Layanan Publik

Di kesempatan sama, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyatakan, penguatan tata kelola akan dilakukan melalui peningkatan sistem. Ia menegaskan, tata kelola yang baik harus dibangun melalui sistem yang kuat. Dengan begitu, pelaksanaan program dapat berjalan secara akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

“Kami akan memperkuat integrasi data dan sistem informasi agar setiap kebijakan dapat didukung oleh data yang valid. Selain itu, berbagai rekomendasi dari lembaga pengawas akan menjadi bagian dari upaya penyempurnaan tata kelola yang sedang kami lakukan,” urai Agustina. 

Dalam penajaman sasaran program, BGN memperkuat intervensi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Mereka adalah kelompok strategis dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Alasan Prabowo Angkat Nanik

Dari Istana, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN baru. Prasetyo menjelaskan, pertimbangan pertama adalah pengalaman Nanik yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. "Sehingga, kita meyakini Beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di Badan Gizi Nasional," terangnya.

Selain itu, Nanik juga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang tegas dan disiplin dalam menjalankan tata kelola organisasi. Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring Pemerintah, Nanik dikenal konsisten dalam menerapkan Standard Operational Procedure (SOP). 

Baca juga : Sama Iran Masih Perang, Trump Damaikan Rusia Vs Ukraina

"Beliau salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, manajemen BGN, dan juga menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," tutur Juru Bicara Presiden itu. 

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo berharap kepemimpinan Nanik bersama dua wakil kepala yang baru dapat mempercepat proses pembenahan di BGN. Pemerintah juga menginginkan tata kelola MBG semakin baik sehingga pelaksanaannya lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

"Jadi, itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau yang kemudian dibantu oleh dua wakil yang baru untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan dan pembenahan-pembenahan," ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense