RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) memfasilitasi kegiatan nonton bareng Piala Dunia (nobar Pildun) 2026.
Pasalnya, kegiatan nobar juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, Kemendagri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.2.7/4657/SJ yang ditujukan kepada gubernur serta bupati/wali kota untuk mendukung pelaksanaan nobar di wilayah masing-masing.
Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana, pengaturan lalu lintas, pengelolaan kebersihan, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya agar kegiatan dapat berlangsung aman dan tertib.
Baca juga : Untuk Pemilih Luar Negeri, KPU Mau Terapkan E-Voting
“Saya sudah membuat surat edaran untuk menjadi landasan rekan-rekan kepala daerah membuat kebijakan turunannya. Termasuk edaran kepada camat dan kepala desa untuk menyelenggarakan nonton bareng,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/2026).
Dijelaskan, surat edaran tersebut disusun sebagai dasar bagi pemerintah daerah untuk menerbitkan kebijakan lanjutan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Menurut dia, momentum Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dapat dimanfaatkan sebagai ruang hiburan yang sehat dan positif bagi masyarakat.
Dalam surat edaran yang diterbitkan pada 14 Juni 2026 itu, Kemendagri juga meminta pelaksanaan nobar dikoordinasikan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Baca juga : Bongkar APBD 2025, Gerindra-PKB Soroti Besarnya SiLPA & Turunnya PAD Kaltim
Selain aspek hiburan, Tito menilai kegiatan nobar memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran masyarakat di berbagai lokasi nobar dapat membuka peluang bagi UMKM, dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi lokal.
“Ini momentum yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuat aktivitas ekonomi bergerak. Kalau ada nobar, otomatis masyarakat berkumpul dan di situ ada dorongan bagi UMKM untuk bergerak,” kata Tito.
Agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, dia meminta Pemda melakukan publikasi dan sosialisasi secara aktif. Dengan demikian, kegiatan nobar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan terselenggara secara merata di berbagai wilayah.
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari mengapresiasi langkah Kemendagri yang dapat menjadi pengungkit aktivitas ekonomi daerah.
Baca juga : Aset Kantor Cabang Dubai Meroket 80 Persen, BSI Siap Lebarkan Sayap Ke Jeddah
Berdasarkan simulasi yang dilakukan TVRI, potensi dampak ekonomi dari penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 dapat mencapai Rp 2,34 triliun. Perhitungan tersebut didasarkan pada skenario pelaksanaan nobar di 5.864 lokasi aktif selama 50 malam, dengan keterlibatan rata-rata empat UMKM pada setiap lokasi.
Dalam simulasi tersebut, nilai ekonomi yang berpotensi tercipta diperkirakan mencapai sekitar Rp 46,91 miliar setiap malam.
“Kalau semuanya aktif, dampaknya akan luar biasa,” ujar Fiki. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 17 Juni 2026 dengan judul "Nobar Piala Dunia 2026 Berkah Bola Untuk Usaha Kecil Daerah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.