Dark/Light Mode

Xi Jinping Sambut Min Aung Hlaing Dengan Karpet Merah

Makin Lengket, China Dan Myanmar Bestie

Rabu, 17 Juni 2026 06:10 WIB
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Balai Besar Rakyat, Beijing, China, Selasa (16/6/2026). Foto Reuters/Lintao Zhang
Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Balai Besar Rakyat, Beijing, China, Selasa (16/6/2026). Foto Reuters/Lintao Zhang

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping menyambut Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Beijing, Selasa (16/6/2026). Pemimpin kedua negara bertetangga itu berupaya mempererat hubungan.

Min Aung Hlaing berada di China dalam kunjungan kenegaraan pada 15-19 Juni 2026. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke China sejak mengukuhkan kekuasaannya melalui pemilu kontroversial pada Desember 2025 dan Januari 2026.

Setelah lima tahun memimpin Myanmar sebagai panglima militer, Min Aung Hlaing dilantik sebagai presiden sipil pada April 2026. Namun, sejumlah pemantau demokrasi menilai, perubahan tersebut hanya sebatas pergantian label dan tidak mengubah dominasi militer dalam pemerintahan negara itu.

Dalam pertemuan di Beijing, Xi menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama strategis dan hubungan persahabatan antara rakyat China dan Myanmar.

“Saya akan terus memperkuat kepemimpinan kami atas hubungan bilateral, meneruskan persahabatan persaudaraan antara kedua bangsa, serta memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif,” kata Xi seperti dikutip media pemerintah China, CCTV, dilansir Reuters.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai sinyal dukungan Beijing terhadap pemerintahan Min Aung Hlaing, yang memimpin Myanmar sejak militer mengambil alih kekuasaan pada 2021.

Baca juga : Sarwendah, Ajak Mediasi Ruben Onsu

Dalam pembicaraan tersebut, Xi juga menekankan pentingnya hubungan bilateral China-Myanmar dalam mendukung perdamaian dan pembangunan kawasan.

Sebelum pertemuan berlangsung, Selasa (16/6/2026), Xi menggelar upacara penyambutan kenegaraan bagi Min Aung Hlaing di Aula Besar Rakyat (Great Hall of the People), Beijing. Setelah itu, kedua pemimpin mengadakan pembicaraan tertutup yang berlangsung kurang dari satu jam.

Xi dan Min kemudian menandatangani sejumlah dokumen kerja sama. Kantor berita Pemerintah China, Xinhua, memberitakan sebanyak 18 nota kesepahaman diteken kedua pihak.

Kerja sama itu mencakup berbagai bidang, antara lain transportasi lintas batas di kawasan Subwilayah Mekong Raya (Greater Mekong Subregion), perdagangan bebas, bantuan penanggulangan bencana alam, kesehatan hingga media.

Min Aung Hlaing tiba di Beijing pada Senin (15/6/2026). Dia disambut dengan karpet merah. Dalam agenda awal kunjungan lima harinya, dia mengunjungi Beijing Aerospace City, pusat pengembangan program antariksa China.

Selain bertemu Xi, dia dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri China Li Qiang serta Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China Zhao Leji.

Baca juga : Soal Kenaikan Harga BBM, Seskab: Pertamax RI Termurah Di Dunia

China selama ini menjadi salah satu mitra asing terpenting bagi Myanmar. Hubungan kedua negara tetap terjaga setelah kudeta militer Myanmar mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi pada Februari 2021. Kudeta tersebut memicu konflik bersenjata yang hingga kini masih berlangsung di negara itu.

Pemerintah China juga menegaskan dukungannya terhadap upaya stabilisasi politik di Myanmar.

“China mendukung Myanmar dalam menyatukan kekuatan politik domestik dan memulihkan stabilitas,” ujar Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya.

Selain hubungan politik, China memiliki kepentingan ekonomi yang besar di Myanmar. Terutama melalui proyek-proyek dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI).

Sejumlah proyek yang telah berjalan mencakup jaringan pipa minyak dan gas yang melintasi Myanmar. Kedua negara juga berencana membangun infrastruktur strategis, termasuk pelabuhan laut dalam.

Pertemuan di Beijing ini menjadi pertemuan kedua antara Xi Jinping dan Min Aung Hlaing dalam waktu kurang dari setahun. Sebelumnya, keduanya bertemu saat Min Aung Hlaing menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin pada Agustus tahun lalu.

Baca juga : Program MBG Tidak Dihentikan Tapi Diperbaiki

Meski Min Aung Hlaing memilih India sebagai tujuan luar negeri pertamanya setelah resmi menjabat presiden, sejumlah analis menilai, kunjungannya ke China menunjukkan hubungan yang semakin erat dengan Beijing.

Kunjungannya ke negeri Panda itu dinilai dapat meningkatkan penerimaan internasional terhadap pemerintahannya yang masih menghadapi sorotan dunia. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 17 Juni 2026 dengan judul "Xi Jinping Sambut Min Aung Hlaing Dengan Karpet Merah Makin Lengket, China Dan Myanmar Bestie"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.