RM.id Rakyat Merdeka - Sebanyak 10 asosiasi desa menyatakan dukungan terhadap dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dua program tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan bergizi, juga mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.
Dukungan itu disampaikan dalam pertemuan antara perwakilan 10 asosiasi desa dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut juga membahas upaya memperkuat ketahanan pangan di desa.
Asosiasi yang hadir meliputi Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PP PPDI), Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI), Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), Komunitas Purna Bakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia (KOMPAKDESI), Asosiasi Kepala Desa Indonesia (AKSI), serta Gerakan Masyarakat Desa (GEMA Desa).
Yandri mengatakan, pelaksanaan program MBG dan KDMP telah mendorong munculnya berbagai desa tematik. Selain itu, sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga : Gerindra Ajak Masyarakat, Bedakan Kritik Dan Kebencian!
“Program MBG dan KDMP telah mendorong lahirnya berbagai desa tematik, seperti desa melon, desa jagung, desa beras, desa nila, desa ayam pedaging, dan desa ayam petelur,” ujar Yandri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, keberadaan program MBG membuat masyarakat desa semakin mudah memperoleh akses terhadap makanan bergizi, seperti telur dan daging ayam. Di sisi lain, program tersebut juga memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
“Semenjak ada MBG, Alhamdulillah mereka merasakan manfaatnya. Termasuk, lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru, termasuk juga Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, seluruh asosiasi desa yang hadir menyatakan kesiapannya mengawal pelaksanaan MBG dan KDMP.
Dia berharap, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi lokomotif penggerak ekonomi desa, sarana pemerataan kesejahteraan, sekaligus sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Baca juga : Kantongi Diskresi Ketua Umum, IAS Pimpin Golkar Sulsel?
Menurut Yandri, sebanyak 20 persen sisa hasil usaha koperasi akan menjadi pendapatan asli desa, sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada masyarakat. Kehadiran koperasi juga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran karena tenaga kerja yang direkrut berasal dari desa setempat.
Ketua PAPDESI Wargiyati yang mewakili 10 asosiasi desa menegaskan dukungan penuh terhadap program MBG dan KDMP.
Menurut dia, MBG telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Program tersebut, lanjut Wargiyati, tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, juga menyerap tenaga kerja di desa dan mendorong terbentuknya desa-desa tematik yang memperkuat rantai pasok bahan baku serta meningkatkan perputaran ekonomi pedesaan.
Selain itu, manfaat program juga dirasakan kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, lanjut usia, pelajar, hingga masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga : Baleg Targetkan RUU PFII Rampung Dalam 3 Bulan
“Kami asosiasi desa mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai lokomotif penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menuntaskan angka kemiskinan,” kata Wargiyati.
Menurut dia, pembangunan KDMP akan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, membuka peluang kerja baru, serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga desa. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 25 Juni 2026 dengan judul "Permudah Penanganan Kasus Lintas Batas Menkum Dan Jaksa Agung Rusia Sepakati Kerja Sama Hukum"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.