BREAKING NEWS
 

Qodari: Stimulus Ekonomi Semester II Arahan Prabowo Jaga Daya Beli

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 3 Juli 2026 12:58 WIB
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menjelaskan paket stimulus ekonomi semester II 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat sesuai arahan Presiden Prabowo. Dok. Bakom

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi pada semester II 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto guna mendorong konsumsi domestik dan menopang pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan seluruh paket stimulus dirancang agar masyarakat tetap memiliki daya beli, sekaligus mengurangi dampak perlambatan ekonomi global terhadap aktivitas ekonomi nasional.

"Seluruh stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta melindungi masyarakat dari dampak ketidakpastian global," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (29/6).

Qodari menjelaskan, pemerintah akan memberikan sejumlah insentif di sektor transportasi selama periode libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru. Insentif tersebut meliputi diskon tarif kereta api dan kapal laut Pelni sebesar 30 persen.

Baca juga : Afrika Selatan: Ekonomi dan Tantangan Sosial

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembebasan tarif jasa kepelabuhan bagi transportasi penyeberangan serta pemberian Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk transportasi udara pada periode yang sama.

Menurut Qodari, kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

Adsense

Di bidang perlindungan sosial, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat selama Juli hingga September 2026. Program ini ditujukan untuk menjaga daya beli kelompok rentan dari tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap penciptaan lapangan kerja melalui pembukaan program magang nasional bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi bagi 220.000 lulusan SMA dan SMK, serta pelatihan bagi 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga : Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen, Purbaya Bangun Optimisme Publik

"Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang kerja," kata Qodari.

Tak hanya menyasar masyarakat, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif bagi dunia usaha agar aktivitas produksi tetap berjalan optimal di tengah gejolak ekonomi global.

Insentif tersebut antara lain berupa fasilitas bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan impor bahan baku plastik. Pemerintah juga memberikan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen bagi para penulis sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif.

Qodari menegaskan pemerintah akan terus mengawal pelaksanaan seluruh paket stimulus agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Baca juga : Rupiah Melemah, Gerindra Bantu Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

"Pemerintah akan terus mengawal implementasi seluruh kebijakan tersebut agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense