RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia mendorong penguatan kerja sama regional untuk menghadapi krisis iklim dan mempercepat pembangunan berkelanjutan dalam Sidang ke-9 Committee on Environment and Development (CED9) yang diselenggarakan oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) di Bangkok, Thailand.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono memimpin Delegasi Republik Indonesia pada forum tingkat menteri tersebut sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antarnegara di kawasan Asia-Pasifik untuk mengatasi tantangan lingkungan.
Sidang CED9 diikuti oleh 52 negara anggota ESCAP dengan kehadiran 11 menteri dan wakil menteri dari Bangladesh, Fiji, Maladewa, Nepal, Kepulauan Solomon, Thailand, Jepang, Pakistan, Sri Lanka, Tajikistan, dan Indonesia.
Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, antara lain peningkatan kualitas udara, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta penguatan kebijakan yang mengintegrasikan agenda lingkungan hidup dengan pembangunan.
Baca juga : BKSAP DPR Ajak Negara OKI Perkuat Kerja Sama Sumbe Daya Air Dan Industri Halal
Dalam kesempatan itu, Diaz menegaskan bahwa perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan. “Hanya melalui kerja sama regional yang lebih kuat kita dapat membangun kawasan Asia-Pasifik yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Diaz dalam keterangannya, Sabtu (3/7/2026).
Ia juga memaparkan berbagai langkah yang telah ditempuh Indonesia untuk memperkuat keterkaitan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan terintegrasi.
Upaya tersebut meliputi restorasi mangrove dan lahan gambut, pengembangan ekonomi sirkular dan ekonomi biru, penguatan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat.
Sebelum mengikuti CED9, Diaz turut menjadi panelis dalam Seventh Global Conference on Climate and SDG Synergies pada 30 Juni 2026.
Baca juga : Senator Mirah Dukung Kolaborasi Pemprov NTB-BRIN Atasi Krisis Air Bersih
Pada sesi High-Level Segment: Recommitting to the Paris Agreement and the 2030 Agenda, Indonesia membagikan pengalaman dalam memperkuat implementasi Persetujuan Paris, pelaksanaan Nationally Determined Contributions (NDC), serta integrasi kebijakan perubahan iklim dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Forum tersebut juga menjadi wadah pertukaran praktik baik dalam menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.
Selain itu, Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan pendamping bertajuk Accelerating Integrated Climate Action in Asia and the Pacific: Regional Cooperation for Blue Carbon Finance pada 2-3 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan memaparkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan pembiayaan karbon biru (blue carbon finance) sebagai salah satu instrumen pendukung aksi iklim berbasis ekosistem pesisir dan laut.
Baca juga : APSI Ajak Organisasi Advokat Perkuat Etika Profesi Jelang Revisi UU Advokat
Delegasi Indonesia yang terdiri atas unsur Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok memanfaatkan rangkaian pertemuan tersebut untuk memperkuat kerja sama regional, mendorong kebijakan pembangunan yang terintegrasi, serta berbagi pengalaman Indonesia dalam pengelolaan lingkungan hidup.
Sidang CED9 menghasilkan dua dokumen utama, yakni Ministerial Declaration on Environment and Development in Asia and the Pacific 2026 serta Regional Programme of Action on Advancing Synergies for Sustainable Development in Asia and the Pacific yang diharapkan menjadi acuan bersama dalam memperkuat kerja sama lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.