BREAKING NEWS
 

Menperin Ajak Investor Eurasia Bangun Pabrik di Kawasan Industri RI

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 9 Juli 2026 23:58 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Investor dari kawasan Eurasia kini dapat melihat langsung berbagai lokasi investasi siap bangun yang ditawarkan Indonesia melalui partisipasi sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026.

Dalam pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, Indonesia menghadirkan lima pengelola kawasan industri dengan berbagai keunggulan, mulai dari infrastruktur terintegrasi, insentif yang kompetitif, hingga konektivitas logistik yang mendukung kegiatan manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kerja sama industri sekaligus mendukung Asta Cita melalui penguatan industrialisasi, hilirisasi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Kami ingin investor Eurasia melihat bahwa Indonesia bukan hanya pasar yang besar, tetapi juga mitra produksi yang siap tumbuh bersama. Kami menghadirkan lokasi investasi yang telah didukung infrastruktur, regulasi, dan layanan yang semakin kompetitif sehingga perusahaan dapat segera membangun basis produksinya di Indonesia,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Baca juga : Menag Ajak Ormas Perkuat Karakter Pendidikan di Madrasah dan Pesantren

Menurut Menperin, pengembangan kawasan industri menjadi strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri tidak hanya menyediakan lokasi bagi perusahaan untuk beroperasi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendukung hilirisasi, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Kinerja kawasan industri juga terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan II-2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12 ribu tenant. Sepanjang 2025, kawasan-kawasan tersebut berhasil menarik investasi senilai Rp 6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Adsense

Bagi investor, kawasan industri kini tidak lagi sekadar menyediakan lahan, tetapi juga menawarkan kemudahan memulai usaha melalui infrastruktur, layanan, dan perizinan yang semakin terintegrasi. Karena itu, INNOPROM 2026 dimanfaatkan sebagai ajang mempertemukan calon investor dengan para pengelola kawasan industri secara langsung.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan keikutsertaan lima pengelola kawasan industri pada INNOPROM 2026 bertujuan mempercepat terjalinnya komunikasi bisnis dengan calon investor dari kawasan Eurasia.

Baca juga : Macron Janji Membantu Pulihkan Ekonomi Suriah

“Kami ingin mempermudah investor memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Di INNOPROM, mereka dapat berdiskusi langsung dengan pengelola kawasan industri, memahami fasilitas yang tersedia, mengenal berbagai skema insentif, hingga menjajaki peluang kerja sama sesuai kebutuhan usahanya. Harapannya, pertemuan di pameran ini dapat berlanjut menjadi investasi yang terealisasi di Indonesia,” ujarnya.

Lima pengelola kawasan industri yang menjadi co-exhibitor di INNOPROM mewakili beragam keunggulan kawasan industri Indonesia, mulai dari kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan yang terintegrasi dengan pelabuhan internasional, hingga kawasan yang telah menjadi tujuan investasi berbagai perusahaan manufaktur global.

Kelima peserta tersebut adalah KI Wiraraja Indonesia/PT Galang Bumi Industri, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero) selaku pengelola KEK Industropolis Batang, Bintan Industrial Estate, Kendal Industrial Park, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Executive Director PT Kawasan Industri Terpadu Batang (Persero), Juliani Sari Kusumaningrum, mengatakan investor saat ini tidak hanya mencari lahan untuk membangun pabrik, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan fasilitas pendukung agar kegiatan usaha dapat segera berjalan.

Baca juga : Menhut Raja Juli Bangun Sistem Merit, Promosi ASN Berdasarkan Kompetensi

“Di kawasan kami, investor tidak perlu memulai semuanya dari nol. Lahan siap bangun, jaringan utilitas, insentif fiskal melalui skema Kawasan Ekonomi Khusus, hingga akses logistik yang terhubung langsung dengan pelabuhan internasional telah tersedia. Dengan demikian, perusahaan dapat lebih fokus mempercepat operasional dan pengembangan bisnisnya,” katanya.

Kementerian Perindustrian berharap keikutsertaan lima pengelola kawasan industri tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dengan investor dari kawasan Eurasia. Melalui partisipasi pada INNOPROM 2026, pemerintah menargetkan semakin banyak investasi yang terealisasi untuk memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense