Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menag Ajak Ormas Perkuat Karakter Pendidikan di Madrasah dan Pesantren
Kamis, 9 Juli 2026 16:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan memperkuat tata kelola serta reorientasi karakter pengajaran di lembaga pendidikan madrasah dan pesantren. Menag menekankan, seluruh elemen ormas keagamaan harus terus menjaga konsistensi pergerakan keumatan agar nilai-nilai dasar kebaikan tidak tergerus oleh pergeseran zaman.
"Selama ajaran keagamaan kuat di Indonesia, selama itu pula bangsa kita akan kuat. Karena itu, konsistensi karakter ini harus tetap dipertahankan secara fokus," ujar Menag, saat memberikan sambutan pada Muktamar XXVIII Al Jam'iyah Al Washliyah, Rabu (8/7/2026), seperti dimuat di laman kemenag.go.id.
Baca juga : Golkar Dorong RUU Sisdiknas Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Adil
Menag mengingatkanm tantangan terbesar ormas keagamaan saat ini adalah berdiri di tengah era post-truth, sebuah kondisi saat penentu kebenaran di ruang publik tidak lagi otomatis bersumber dari dalil ilmiah, Al-Qur'an, maupun Hadis. Menurutnya, terdapat kekuatan pendatang baru yang masif dalam mendistorsi persepsi kebenaran masyarakat, yakni dominasi media sosial yang pragmatis serta taktik kepentingan kelompok tertentu.
“Ada tiga kekuatan baru di tengah masyarakat kita yang bisa sekali menyingkirkan kebenaran kita. Pertama, media sosial, yang bisa membuat mereka menjadi iblis, bisa juga seperti malaikat. Kedua, uang, karena masyarakat kita semakin pragmatis. Ketiga, taktik-taktik kepentingan kelompok tertentu," urai Menag.
Baca juga : Paralel Dengan Nasionalisme Indonesia
Guna membentengi umat dari dampak negatif era pasca-kebenaran tersebut, Menag menekankan perlunya reorientasi pada pola pendidikan berbasis madrasah. Seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan ormas keagamaan diminta untuk mengembalikan metodologi pengajaran khas Nusantara yang mengintegrasikan aspek rasio dengan keluhuran rasa secara alami.
"Tantangan kita sudah diketahui. Mampu nggak kita mengajarkan anak kita seperti orang tua kita mengajarkan diri kita? Mampu nggak kita mengajarkan anak-anak kita seperti bapak-ibu kita yang sekolahnya rendah, atau mungkin tidak sekolah, tapi anaknya semuanya jadi (berhasil)?" tanya Menag, merefleksikan.
Baca juga : Peradi Profesional Gandeng 112 Kampus, Perkuat Ekosistem Pendidikan Hukum
Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi bahwa keunggulan utama pendidikan madrasah di bawah naungan ormas keagamaan terletak pada penerapan prinsip iqra' bismi rabbik. Model pengajaran wajib mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan asma Tuhan, bukan sekadar belajar untuk mencari ilmu secara bebas (iqra' lil 'ilmi). Penanaman kalimat bismillahirrahmanirrahim di dalam kelas dipastikan menjadi kunci utama agar modernisasi tidak melahirkan dampak buruk bagi moral generasi muda.
"Menuntut ilmu di madrasah dan pesantren itu tidak cukup hanya dengan iqra’ tapi juga harus dengan bismillahirrahmanirrahim, karena yang kita pelajari adalah ilmunya Allah SWT, yang tidak bisa sekedar dipelajari dengan membaca, itulah yang akan membaikkan dunia," pungkas Menag.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya