BREAKING NEWS
 

Resmikan At Thohir Vidya Loka Di FEB UI Salemba

Boy Thohir Harapkan Kampus Cetak Pemimpin Berintegritas

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 29 Juli 2026 07:00 WIB
Dari kiri: Ketua Dewan Pembina Yayasan Mochamad Thohir Garibaldi “Boy” Thohir, Ketua Pengurus Yayasan Mochamad Thohir Giovanna Aanisa Thohir, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Yulianti, serta Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga Universitas Indonesia Prof. Budi Wiweko, memotong pita sebagai tanda diresmikannya At Thohir Vidya Loka di Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI), Kampus Salemba, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: BAMBANG TRISMAWAN/RAKYAT MERDEKA/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir berharap perguruan tinggi mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan berkarakter. Karena itu, Pembina Yayasan Mochamad At Thohir ini mengajak dunia usaha memperkuat kolaborasi dengan kampus guna meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi pemimpin masa depan.

Harapan itu disampaikan Boy saat meresmikan At Thohir Vidya Loka di Lantai 4 Gedung Prof. Wahjudi Prakarsa, Kampus Salemba Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). At Thohir Vidya Loka merupakan smart classroom yang dibangun melalui kerja sama Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) dengan Yayasan Mochamad Thohir.

Dalam acara bertajuk Building Synergy, Shaping Tomorrow itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan Yayasan Mochamad Thohir. MoU tersebut sebagai kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kepemimpinan, dan berbagai program lainnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus Yayasan Mochamad Thohir Giovanna Aanisa Thohir, Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris Universitas Indonesia Prof. Budi Wiweko, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Yulianti. Acara juga dihadiri jajaran dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Boy mengatakan, pembangunan bangsa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dunia usaha juga memiliki tanggung jawab meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui dukungan terhadap dunia pendidikan.

Baca juga : BKKBN Gaet Kemensos Jaga Mental Siswa Sekolah Rakyat

“Itulah cara kita membangun dan memajukan bangsa tercinta ini,” ujar Boy.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mochamad Thohir itu menjelaskan, UI dipilih sebagai mitra karena memiliki peran strategis sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Melalui yayasan yang didirikan keluarganya, Boy ingin memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menurutnya, dukungan dunia usaha tidak boleh berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Pelaku industri juga perlu terlibat langsung dalam proses pembelajaran dengan berbagi pengalaman, wawasan, dan praktik bisnis kepada mahasiswa.

“Ilmu bukan hanya berasal dari textbook, tetapi juga dari pengalaman, sharing, dan lead by example. Orang pintar di Indonesia banyak, tetapi pengusaha yang bijak, bermartabat, dan berdedikasi untuk bangsa serta negara masih kurang,” katanya.

Boy menilai, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Kepemimpinan, integritas, karakter, dan kemampuan bekerja sama justru menjadi bekal utama untuk sukses di dunia profesional.

Baca juga : Hati-hati, AI Bisa Jadi Ancaman Pemilu 2029

Pemimpin bisnis Adaro Group ini menambahkan, banyak perusahaan rintisan (startup) tumbuh pesat, namun tidak sedikit yang akhirnya gagal berkembang karena lemahnya kepemimpinan.

“Orang pintar itu banyak. Tetapi orang yang memiliki leadership, mau bertanggung jawab, dan punya integritas justru lebih sedikit,” ungkapnya.

Karena itu, Boy berharap kampus tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga menanamkan nilai etika, kerja keras, kejujuran, dan tanggung jawab.

Dia juga mendorong semakin banyak CEO dan pimpinan perusahaan menjadi dosen tamu maupun mentor agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari para pelaku industri.

Dalam kesempatan itu, Boy mengenang sosok ayahnya, almarhum Mochamad Thohir, yang menjadi inspirasi lahirnya Yayasan Mochamad Thohir.

Baca juga : Golkar Kalteng Minta Kader Kedepankan Musyawarah

Dari sang ayah, dia belajar bahwa kesuksesan tidak semata diukur dari materi, melainkan juga nama baik dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Adsense

“Beliau selalu mengajarkan bahwa nama baik, kepercayaan, kerja keras, dan ketekunan adalah modal utama. Kesuksesan materi bukan segalanya,” ujarnya.

Boy berharap, At Thohir Vidya Loka menjadi ruang yang melahirkan gagasan, inovasi, kolaborasi, dan calon-calon pemimpin masa depan.

“Pengalaman saya menunjukkan banyak ide besar justru lahir dari diskusi yang santai. Karena itu, kami mendesain ruangan ini agar menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi gagasan dan berdiskusi,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense