BREAKING NEWS
 

Tindaklanjuti Kunjungan Presiden Prabowo

Indonesia-Albania Teken Kerja Sama Pelindungan Pekerja Migran

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 30 Juli 2026 17:57 WIB
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menerima kunjungan resmi Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania Delina Ibrahimaj di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Foto: Kementerian P2MI

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Pemerintah Republik Albania menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerja sama penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Albania dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Penandatanganan MoU dilakukan saat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menerima kunjungan resmi Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania Delina Ibrahimaj di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Mukhtarudin mengatakan, kerja sama tersebut merupakan implementasi dari hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Albania Bajram Begaj dan Perdana Menteri Albania Edi Rama yang membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk ketenagakerjaan.

"Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi hubungan ketenagakerjaan, khususnya dalam memberikan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di Albania," kata Mukhtarudin.

Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah Albania dalam mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia melalui kerja sama penempatan dan pelindungan pekerja migran.

Baca juga : Kowani Tegaskan Komitmen Perempuan Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan

Menurut Mukhtarudin, kerja sama tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar pemerintah memberikan pelindungan menyeluruh kepada pekerja migran Indonesia. Mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Tanah Air.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong transformasi penempatan pekerja migran dari sektor berkeahlian rendah menuju tenaga kerja terampil dan profesional. Tujuannya agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja internasional.

"Albania akan menjadi salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran Indonesia kategori skilled workers, baik pada sektor formal maupun tenaga profesional," ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), sejak Januari 2025 hingga 29 Juli 2026 tercatat sebanyak 142 layanan penempatan pekerja migran Indonesia ke Albania telah difasilitasi pemerintah.

Adsense

Mukhtarudin menilai, meski jumlah tersebut masih terbatas. Karena itu, MoU ini menjadi fondasi penting untuk membangun sistem penempatan pekerja migran yang lebih tertata, aman, dan memiliki kepastian hukum.

Ia menambahkan, implementasi MoU akan dilanjutkan melalui penyusunan instrumen operasional. Hal ini sebagai pedoman pelaksanaan kerja sama agar proses rekrutmen, penempatan, hingga penyelesaian persoalan pekerja migran di negara tujuan dapat berjalan secara jelas dan akuntabel.

Baca juga : Lantik Ribuan Perwira, Prabowo Wanti-wanti: Jangan Pernah Khianati Rakyat

Indonesia juga akan memprioritaskan penempatan tenaga kerja terampil di sektor hospitality, kesehatan, manufaktur, dan konstruksi sesuai kebutuhan pasar kerja Albania.

"Kami siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil Albania pada sektor-sektor prioritas tersebut. Keberhasilan implementasi di sektor ini akan menjadi dasar untuk memperluas kerja sama ke bidang lain," beber Mukhtarudin.

Sementara itu, Menteri Ekonomi dan Inovasi Republik Albania, Delina Ibrahimaj menegaskan, pemerintahnya memandang Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.

Karena itu, Albania berkomitmen memperkuat hubungan bilateral melalui implementasi nyata kerja sama yang telah disepakati. Delina mengatakan, kunjungannya ke Indonesia merupakan kunjungan resmi tingkat menteri pertama dari Albania sejak pembukaan Kedutaan Besar Albania di Jakarta, sekaligus menjadi tonggak baru hubungan diplomatik kedua negara.

"Kami melihat Indonesia sebagai mitra yang sangat penting di Asia Tenggara. Penandatanganan kerja sama hari ini bukan sekadar dokumen, tetapi simbol komitmen untuk membangun kemitraan jangka panjang," ujarnya.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa hubungan Indonesia dan Albania akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Dan Toleransi Agama

Menurutnya, pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Albania Bajram Begaj dan Perdana Menteri Edi Rama di Tirana pada 2024 menjadi fondasi penting bagi penguatan kerja sama kedua negara.

Delina mengungkapkan, Albania saat ini membutuhkan tenaga kerja di berbagai sektor. Antara lain kesehatan, logistik, pertanian, dan jasa. Ia menilai pekerja migran Indonesia memiliki reputasi internasional yang baik karena profesionalisme dan kompetensinya.

"Albania memang negara kecil, tetapi perekonomian kami terus berkembang. Posisi strategis kami di Eropa serta proses menuju keanggotaan Uni Eropa diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi kerja sama dengan Indonesia," sebutnya.

Melalui MoU tersebut, Indonesia dan Albania berkomitmen membangun sistem penempatan dan pelindungan pekerja migran yang lebih aman, transparan, dan berkelanjutan. Juga, memperkuat hubungan persahabatan serta kerja sama strategis kedua negara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense